55tv.co.id – Kabar baik bagi para pengendara kendaraan bermotor di seluruh Indonesia. Memasuki pertengahan bulan Oktober 2026, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di berbagai penyedia layanan, mulai dari Pertamina hingga operator swasta seperti Shell, Vivo, dan BP, terpantau masih menunjukkan stabilitas. Tidak ada lonjakan harga yang signifikan yang perlu dikhawatirkan oleh masyarakat dalam transaksi pengisian bahan bakar hari ini, Senin (12/10/2026).

Related Post
Langkah stabilisasi harga ini menjadi angin segar bagi mobilitas masyarakat. Berdasarkan pantauan terbaru, perusahaan energi milik negara, Pertamina, telah menetapkan kebijakan bahwa harga BBM subsidi maupun nonsubsidi tidak mengalami perubahan sejak awal bulan Oktober hingga saat ini. Hal ini berarti harga yang berlaku pada hari ini masih identik dengan tarif yang ditetapkan pada bulan September 2026 lalu.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, memberikan konfirmasi resmi mengenai kondisi ini di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa keputusan untuk mempertahankan harga tersebut diambil dengan mempertimbangkan berbagai aspek ekonomi. Khusus untuk jenis BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar, pemerintah melalui Pertamina berkomitmen untuk menjaga harga agar tidak mengalami kenaikan hingga penghujung tahun 2026.
Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Langkah strategis tersebut diambil sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global. Dengan harga subsidi yang tetap, diharapkan beban pengeluaran rumah tangga dapat lebih terkendali. Sementara itu, untuk lini BBM nonsubsidi seperti Pertamax series, Pertamina masih terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasar dan kemampuan daya beli masyarakat sebelum memutuskan adanya penyesuaian harga.
Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah SPBU swasta yang bersaing ketat di pasar ritel bahan bakar. Shell, salah satu pemain besar di industri ini, juga belum melakukan perubahan harga. Sebagai contoh, produk unggulan mereka, Shell V-Power Diesel, masih dibanderol di angka Rp25.420 per liter.
Tidak ketinggalan, operator lain seperti Vivo Energy juga mempertahankan tarif yang sama. Pengguna produk Revvo 92 dapat membeli bahan bakar tersebut dengan harga Rp16.130 per liter, sedangkan untuk Revvo 95 dipatok sebesar Rp19.330 per liter. Untuk kategori diesel, produk Diesel Primus tetap dijual pada harga Rp25.420 per liter.
Senada dengan tren tersebut, BP juga mengumumkan bahwa harga produk mereka tidak mengalami pergeseran. BP 92 tetap berada di angka Rp16.130 per liter, BP Ultimate dibanderol Rp19.330 per liter, dan untuk varian BP Ultimate Diesel tetap di harga Rp25.420 per liter. Dengan tetap stabilnya harga di berbagai operator, masyarakat kini dapat merencanakan anggaran transportasi mereka dengan lebih pasti untuk sisa bulan Oktober ini.








Tinggalkan komentar