OJK Buka-bukaan! Stabilitas Keuangan RI Diuji Badai Kebijakan Global: Dari The Fed Pangkas Suku Bunga, BoJ Malah Naikkan, Hingga Ancaman Venezuela. Bagaimana Indonesia Bertahan?

OJK Buka-bukaan! Stabilitas Keuangan RI Diuji Badai Kebijakan Global: Dari The Fed Pangkas Suku Bunga, BoJ Malah Naikkan, Hingga Ancaman Venezuela. Bagaimana Indonesia Bertahan?

55 NEWS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Ketua Dewan Komisioner Mahendra Siregar, menggarisbawahi bahwa sektor jasa keuangan nasional berhasil mempertahankan stabilitasnya hingga akhir tahun 2025. Pernyataan ini muncul di tengah dinamika ekonomi global yang kompleks, ditandai oleh pemulihan yang tidak merata, divergensi kebijakan moneter bank sentral utama dunia, serta tantangan struktural yang masih membayangi ekonomi Tiongkok.

COLLABMEDIANET

Di kancah internasional, Mahendra Siregar memaparkan adanya momentum perbaikan ekonomi global, namun dengan catatan penting mengenai perbedaan arah kebijakan bank sentral serta tantangan spesifik di Republik Rakyat Tiongkok. Amerika Serikat, misalnya, menunjukkan performa ekonomi yang tangguh dengan pertumbuhan mencapai 4,3 persen pada kuartal ketiga 2025. Kondisi ini menjadi katalis bagi bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), dan Bank of England untuk mengadopsi kebijakan moneter yang lebih akomodatif, ditandai dengan keputusan pemangkasan suku bunga acuan.

OJK Buka-bukaan! Stabilitas Keuangan RI Diuji Badai Kebijakan Global: Dari The Fed Pangkas Suku Bunga, BoJ Malah Naikkan, Hingga Ancaman Venezuela. Bagaimana Indonesia Bertahan?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Fenomena ini mendorong beberapa bank sentral global untuk kembali mengimplementasikan kebijakan akomodatif," jelas Mahendra dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember di Jakarta, Jumat (9/1/2026). "Federal Reserve telah memangkas Federal Fund Rate (FFR), dan Bank of England juga mengambil langkah serupa dengan menurunkan suku bunga acuannya pada Desember 2025." Langkah ini, menurutnya, merupakan respons terhadap kondisi ekonomi yang memungkinkan pelonggaran kebijakan moneter.

Namun, arah kebijakan yang kontras justru ditunjukkan oleh Bank Sentral Jepang (BoJ). BoJ mengambil langkah berani dengan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam tiga dekade terakhir. Keputusan ini diperkirakan akan mengakhiri era aktivitas carry trade yang telah lama berlangsung dan berpotensi menciptakan riak di pasar obligasi global. Lebih lanjut, OJK juga menyoroti potensi gejolak dari dinamika geopolitik yang berkembang di awal tahun 2026, terutama situasi di Venezuela, yang dapat memicu volatilitas di pasar keuangan internasional.

Di ranah domestik, OJK tidak tinggal diam. Mahendra menegaskan komitmen lembaga tersebut untuk memperkokoh fondasi kelembagaan guna mendukung terciptanya ekonomi yang lebih inklusif. Salah satu inisiatif strategis yang telah diimplementasikan adalah pembentukan departemen baru yang fokus pada perluasan jangkauan pembiayaan.

"OJK telah meresmikan Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah. Inisiatif ini dirancang untuk secara signifikan memperkuat akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus mengakselerasi pengembangan ekosistem keuangan syariah yang terintegrasi dan berkelanjutan," papar Mahendra. Langkah ini diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor riil, memastikan resiliensi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar