55 NEWS – Pasca-perayaan Idulfitri 2026, masyarakat Indonesia dihadapkan pada realitas pahit lonjakan harga sejumlah komoditas pangan strategis yang membebani anggaran rumah tangga. Berdasarkan data terkini dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia yang dirilis pada Rabu (25/3/2026), mayoritas harga kebutuhan pokok menunjukkan tren kenaikan yang signifikan.

Related Post
Kenaikan paling mencolok terlihat pada harga bawang merah yang melonjak tajam 29,44 persen, kini mencapai Rp58.250 per kilogram. Tak ketinggalan, bawang putih juga merangkak naik 24,94 persen, dibanderol Rp50.600 per kilogram. Komoditas pokok lainnya, beras, juga mengalami peningkatan di berbagai kualitasnya. Beras kualitas bawah I naik 3,86 persen ke level Rp14.800 per kg, sementara kualitas bawah II melonjak 15,41 persen menjadi Rp16.850 per kg. Beras kualitas medium I dan II masing-masing naik 12,3 persen menjadi Rp17.800 per kg dan 5,81 persen menjadi Rp16.400 per kg. Bahkan, beras kualitas super I dan II juga menunjukkan tren serupa, dengan kenaikan 9,47 persen ke Rp18.500 per kg dan 9,79 persen ke Rp17.950 per kg.

Sektor perbumbuan juga tak luput dari gejolak harga. Cabai merah besar tercatat naik 2,88 persen menjadi Rp58.900 per kilogram, diikuti cabai merah keriting yang melambung 17,39 persen ke Rp66.500 per kilogram. Paling mencengangkan adalah cabai rawit hijau yang meroket hingga 43,41 persen, mencapai Rp72.350 per kilogram. Menariknya, cabai rawit merah justru mencatat penurunan tipis 6,66 persen. Namun, penurunan ini tidak serta-merta membuat harganya terjangkau, sebab komoditas pedas ini masih bertengger di level fantastis Rp103.000 per kilogram, menjadikannya salah satu bumbu termahal di pasar saat ini.
Fenomena kenaikan harga pangan pasca-Lebaran ini tentu menjadi sorotan serius bagi stabilitas ekonomi rumah tangga dan potensi inflasi nasional. Gejolak harga yang terjadi secara merata pada komoditas esensial ini berpotensi mengikis daya beli masyarakat dan menekan sektor konsumsi. Pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan segera merumuskan strategi mitigasi yang efektif untuk menjaga ketersediaan pasokan, menstabilkan harga, dan melindungi daya beli masyarakat dari tekanan inflasi yang berkelanjutan.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar