BADAI GEOPOLITIK MENGHANTAM, EKONOMI RI TETAP PERKASA! Dirut BRI Bongkar Strategi Jitu di Tengah Konflik Global yang Membara

55 NEWS – Jakarta – Di tengah pusaran ketidakpastian global yang dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI berhasil mencatatkan kinerja cemerlang pada kuartal I 2026. Laba bersih konsolidasi perseroan melesat 13,7 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp15,5 triliun, sebuah pencapaian yang menandakan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah gejolak.

COLLABMEDIANET

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa meskipun dunia dihadapkan pada tekanan geopolitik yang signifikan, ekonomi Indonesia masih menunjukkan fondasi yang kokoh. "Kita melihat pada kuartal pertama tahun 2026 eskalasi risiko global meningkat secara signifikan. Tentunya ini akibat dari terjadinya konflik antara Iran dengan Amerika dan Israel. Angka indeks risiko geopolitik juga meningkat tajam sehingga kondisi ini berdampak langsung pada harga komoditas," ujar Hery dalam konferensi pers kinerja triwulan I BRI di Jakarta, Kamis (30/4/2026). Ia menambahkan bahwa ketegangan ini telah memicu lonjakan harga komoditas, khususnya minyak, yang turut mendorong inflasi global mencapai 3,73 persen.

BADAI GEOPOLITIK MENGHANTAM, EKONOMI RI TETAP PERKASA! Dirut BRI Bongkar Strategi Jitu di Tengah Konflik Global yang Membara
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Namun, Hery Gunardi optimistis terhadap prospek ekonomi domestik. Menurutnya, beberapa indikator kunci menunjukkan daya tahan yang luar biasa. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang stabil di atas level 125 serta Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur yang konsisten di atas angka 50 (ekspansif) menjadi bukti nyata optimisme pasar dan geliat sektor industri.

Lebih lanjut, karakteristik Indonesia sebagai produsen energi dan eksportir komoditas bersih (net commodity exporter) bertindak sebagai perisai alami terhadap fluktuasi harga global. Selain itu, akselerasi belanja pemerintah yang fantastis, mencapai Rp815 triliun atau tumbuh 31,4 persen pada kuartal I, menjadi motor penggerak utama aktivitas ekonomi domestik.

"Di tengah dinamika global yang masih diwarnai tekanan geopolitik ini, ekonomi Indonesia relatif menunjukkan ketahanan yang cukup terjaga. Secara keseluruhan, perekonomian Indonesia masih berada dalam kondisi yang relatif solid dibandingkan dengan sejumlah negara lain," pungkas Hery, memberikan sinyal positif bagi investor dan pelaku pasar.

Penulis: Anggie Ariesta
Sumber: 55tv.co.id
Tanggal: Kamis, 30 April 2026

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar