55 NEWS – PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), sebagai entitas anak strategis dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), menyambut dengan antusias kajian komprehensif yang digulirkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) dalam kerangka bauran energi nasional. Bagi PGN Gagas, inisiatif ini bukan sekadar kajian, melainkan sebuah momentum krusial untuk memperluas spektrum pemanfaatan energi berbasis gas bumi domestik secara terukur, efisien, dan berkelanjutan di kancah perekonomian nasional.

Related Post
Santiaji Gunawan, Direktur Utama PGN Gagas, menegaskan bahwa pengembangan CNG harus ditempatkan sebagai strategi vital untuk memperkaya pilihan energi, sejalan dengan visi dan kebijakan pemerintah. "Kami memandang ini bukan soal mengganti satu sumber energi dengan yang lain, melainkan tentang memperluas opsi yang tersedia. Masyarakat dan pelaku usaha membutuhkan akses terhadap beragam sumber energi yang tidak hanya andal dan terjangkau, tetapi juga berbasis pada sumber daya dalam negeri. CNG merupakan salah satu opsi energi yang telah terbukti dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan secara bertahap, selaras dengan arah kebijakan makro pemerintah," jelas Santiaji, seperti dikutip dari 55tv.co.id.

Selama lebih dari satu dekade, PGN Gagas telah membuktikan kapabilitasnya dalam menghadirkan CNG sebagai solusi energi yang adaptif bagi berbagai segmen, mulai dari industri berat, sektor komersial, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga sektor transportasi. Data menunjukkan, pada tahun 2025, PGN Gagas berhasil menyalurkan sekitar 4.656.449 MMBTU gas bumi melalui layanan CNG dan LNG (Liquefied Natural Gas) untuk memenuhi kebutuhan energi beragam sektor tersebut, menggarisbawahi peran vitalnya dalam rantai pasok energi nasional.
Dari sisi infrastruktur, PGN Gagas memiliki jejak rekam yang solid. Perusahaan ini mengoperasikan 14 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang tersebar di tujuh provinsi strategis. Layanan Gasku, khusus untuk sektor transportasi, mencatatkan rata-rata pengisian sekitar 2.200 kendaraan per hari. Sementara itu, layanan Gaslink yang menyasar segmen industri, komersial, dan UMKM, telah melayani lebih dari 600 pelanggan dengan total penyaluran mencapai 4.067.002 MMBTU sepanjang tahun 2025, menunjukkan penetrasi pasar yang signifikan.
Dengan dukungan fasilitas kompresi gas mutakhir, armada Gas Transport Module (GTM) yang efisien, serta berbagai infrastruktur pendukung lainnya, PGN Gagas memiliki fondasi operasional yang kokoh untuk mendukung pengembangan pemanfaatan CNG secara bertahap. Visi pengembangan ini akan terus diselaraskan dengan kebijakan pemerintah, dengan mempertimbangkan secara cermat aspek keekonomian proyek, kesiapan infrastruktur pendukung, serta dinamika dan kebutuhan pasar yang terus berkembang. Pasokan gas bumi sebagai bahan baku utama CNG juga terintegrasi secara optimal dengan jaringan infrastruktur PGN, menjamin ketersediaan dan mendukung optimalisasi pemanfaatan sumber daya energi domestik demi ketahanan energi nasional.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar