55 NEWS – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) berhasil memukau pasar dengan laporan keuangan tahun buku 2025 yang menunjukkan performa impresif. Raksasa konstruksi pelat merah ini mencatatkan lonjakan laba bruto yang signifikan, menembus angka Rp1,58 triliun. Angka tersebut merepresentasikan pertumbuhan sebesar 12% dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar Rp1,41 triliun.

Related Post
Tak hanya itu, margin laba bruto (Gross Profit Margin) perseroan juga menunjukkan perbaikan drastis, mencapai 18% di tahun 2025, naik dari 13% pada periode sebelumnya. Peningkatan ini menjadi sinyal positif bagi kesehatan finansial perusahaan di tengah tantangan industri konstruksi.

Ermy Puspa Yunita, Corporate Secretary Waskita Karya, dalam keterangannya kepada 55tv.co.id pada Kamis (2/4/2026), mengungkapkan bahwa peningkatan kinerja fundamental ini merupakan buah dari implementasi strategi efisiensi operasional proyek yang ketat, baik di entitas induk maupun anak usaha. "Peningkatan laba bruto itu berhasil diraih berkat strategi efisiensi operasional proyek yang dijalankan, tidak hanya di induk perusahaan tapi juga pada anak usaha," jelas Ermy.
Secara konsolidasi, total pendapatan Waskita Karya mencapai Rp8,85 triliun pada tahun 2025. Struktur pendapatan ini menunjukkan kontribusi signifikan dari anak usaha sebesar Rp3,1 triliun, melengkapi pendapatan dari induk perusahaan yang mencapai Rp5,75 triliun. Diversifikasi sumber pendapatan perseroan juga terlihat dari segmentasi usaha. Sektor konektivitas menjadi tulang punggung dengan sumbangan Rp3,3 triliun, diikuti oleh Sumber Daya Air (SDA) sebesar Rp1,4 triliun, proyek gedung Rp1,2 triliun, serta segmen lainnya sebesar Rp0,9 triliun. Mayoritas pendapatan ini, seperti ditegaskan Ermy, berasal dari proyek-proyek pemerintah, menggarisbawahi peran strategis Waskita dalam pembangunan infrastruktur nasional.
Meskipun demikian, perseroan masih mencatat beban pokok pendapatan yang substansial, yakni Rp7,2 triliun atau sekitar 82% dari total pendapatan usaha. Menghadapi tantangan ini, Waskita berkomitmen untuk menuntaskan seluruh proyek lama yang masih memerlukan ‘cash to completion’ pada tahun 2026.
Untuk mengoptimalkan efisiensi dan efektivitas operasional, Waskita gencar mengimplementasikan ‘lean organization’ serta melakukan transformasi digital menyeluruh. Di bidang operasional, integrasi Core System ERP SAP S/4 HANA dengan Building Information Modelling (BIM) dan perencanaan Last Planner System (LPS) menjadi pilar utama inovasi perusahaan. Langkah-langkah strategis ini diharapkan mampu menopang pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat posisi Waskita Karya sebagai pemain kunci di sektor konstruksi nasional.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar