55 NEWS – Gelaran akbar MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika diproyeksikan akan menjadi katalisator signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB). Lebih dari sekadar ajang balap motor kelas dunia, event prestisius ini diharapkan mampu memacu sektor pariwisata dan menarik investasi, sekaligus meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) lokal serta mengukuhkan posisi Indonesia di kancah global.

Related Post
Direktur Utama PT InJourney, Maya Watono, menegaskan bahwa pengembangan Mandalika menjadi destinasi pariwisata unggulan berkelas dunia adalah sebuah proses berkelanjutan yang memerlukan visi jangka panjang. "Lima tahun telah berlalu dengan cepat, membawa kita pada titik ini. Namun, kami memproyeksikan lima tahun ke depan akan krusial untuk benar-benar mengukuhkan Mandalika sebagai destinasi global. Dampak ekonomi yang dihasilkan MotoGP bagi kawasan Mandalika dan NTB secara menyeluruh sungguh fenomenal," ungkap Maya dalam sebuah konferensi pers peluncuran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, seperti dilansir 55tv.co.id pada Jumat (19/6/2026).

Lebih lanjut, Maya menyoroti keberhasilan ajang MotoGP dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas tenaga kerja lokal. Ia memberikan ilustrasi konkret melalui evolusi petugas marshal di Mandalika. Pada edisi perdana MotoGP tahun 2022, seluruh tim marshal masih didatangkan langsung oleh Dorna Sports, penyelenggara internasional. Namun, kini, seluruh posisi vital tersebut telah diisi oleh masyarakat NTB, menunjukkan keberhasilan program pelatihan dan transfer pengetahuan.
"Kini, kami bahkan telah mampu mengekspor keahlian marshal-marshal kita ke negara lain seperti Jepang dan Malaysia. Ini membuktikan bahwa SDM kita memiliki potensi luar biasa yang dapat ditingkatkan tidak hanya untuk kebutuhan domestik, tetapi juga untuk bersaing di kancah internasional," imbuh Maya. Ia menambahkan, MotoGP juga berfungsi sebagai platform strategis untuk promosi Indonesia di mata dunia. Dengan jangkauan siaran ke lebih dari 200 negara dan estimasi 670 juta pasang mata penonton global, ajang ini memberikan eksposur tak ternilai bagi citra bangsa.
Penyelenggaraan MotoGP, menurut Maya, telah melampaui sekadar ‘nation branding’ menjadi ‘nation pride’ atau kebanggaan nasional. "Dunia kini mengenal Mandalika dan Indonesia melalui lensa MotoGP. Kita tidak hanya membangun merek, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan kolektif, dengan munculnya pahlawan-pahlawan lokal yang menjadi inspirasi bersama," pungkasnya.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar