55 NEWS – Sektor kelistrikan di Pulau Jawa sempat dihadapkan pada situasi genting menyusul terganggunya pasokan batu bara ke sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) strategis. PT PLN (Persero) mengonfirmasi bahwa insiden ini, yang terjadi pada Jumat (19/6/2026), bahkan sempat memicu potensi pemadaman listrik bergilir, menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas pasokan energi vital bagi ekonomi regional.

Related Post
Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, dalam keterangannya kepada awak media yang dikutip 55tv.co.id, merinci daftar pembangkit yang sempat terdampak. Di wilayah Jawa bagian barat, PLTU Pelabuhan Ratu, Lontar, Labuan, Suralaya unit 1 hingga 8, Jawa 7, Jawa 9 dan 10, serta Indramayu menjadi fokus perhatian. Sementara itu, di Jawa bagian timur, pasokan krusial juga telah disalurkan kembali ke PLTU Paiton unit 1 dan 2, Paiton 9, Rembang, Pacitan, dan Tanjung Awar-awar.

Kendati demikian, Darmawan dengan tegas memastikan bahwa situasi kritis tersebut kini telah terkendali. Seluruh PLTU yang sebelumnya terancam kekurangan pasokan kini telah menerima suplai batu bara dan secara bertahap kembali ke kapasitas operasional penuh. "Proses penyaluran medium rank coal, atau batu bara dengan kandungan menengah, saat ini telah lancar mengalir ke seluruh PLTU di Pulau Jawa, mencakup baik fasilitas milik PLN maupun Pembangkit Listrik Swasta (Independent Power Producer/IPP) yang menjadi mitra strategis kami," jelas Darmawan dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada Sabtu (20/6/2026), sebagaimana dilansir 55tv.co.id.
Menyikapi urgensi pasokan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut berperan aktif dengan menginstruksikan percepatan penandatanganan kontrak dengan para pemasok batu bara, khususnya untuk jenis medium rank coal yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Langkah ini krusial untuk memastikan keberlanjutan pasokan jangka panjang dan mencegah terulangnya insiden serupa.
Darmawan menambahkan, PLN terus menjalin koordinasi yang intensif dan berkelanjutan dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM. "Sinergi ini esensial agar proses penandatanganan kontrak dapat dieksekusi dengan cepat dan efisien, menjamin ketersediaan bahan bakar yang memadai untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional," pungkasnya.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar