ANGKA FANTASTIS! Prabowo Ungkap Alasan Sebenarnya Gaji Guru dan PNS Sulit Naik: Rp2.500 Triliun ‘Menguap’ dari Kas Negara Setiap Tahun!

ANGKA FANTASTIS! Prabowo Ungkap Alasan Sebenarnya Gaji Guru dan PNS Sulit Naik: Rp2.500 Triliun 'Menguap' dari Kas Negara Setiap Tahun!

55 NEWS – Presiden terpilih Prabowo Subianto secara blak-blakan mengungkap akar permasalahan di balik stagnasi kenaikan gaji bagi para guru dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menurutnya, kendala utama bukan pada niat, melainkan pada ketiadaan dana akibat kebocoran penerimaan negara yang diperkirakan mencapai angka fantastis Rp2.500 triliun setiap tahun.

COLLABMEDIANET

Pernyataan mengejutkan ini disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama & Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Bangkalan, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). Di hadapan para ulama dan tokoh NU, Prabowo merasa perlu menjelaskan mengapa kekayaan bangsa ini seolah terus mengalir keluar tanpa manfaat optimal bagi rakyat.

ANGKA FANTASTIS! Prabowo Ungkap Alasan Sebenarnya Gaji Guru dan PNS Sulit Naik: Rp2.500 Triliun 'Menguap' dari Kas Negara Setiap Tahun!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Saya ingin sampaikan dalam forum ini, karena saya ingin saudara-saudara NU sebagai pemimpin, sebagai ulama, sebagai guru, sebagai pembimbing rakyat. Harus mengerti, kenapa gaji guru tidak bisa baik? Kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik? Kenapa anggaran selalu kurang? Karena uangnya enggak ada, diambil terus," ujar Prabowo, menegaskan urgensi pemahaman akan masalah ini.

Prabowo kemudian menyoroti praktik ‘under-invoicing’ atau kecurangan pelaporan nilai transaksi yang disinyalir telah berlangsung bertahun-tahun oleh oknum pengusaha. Modus operandi ini, menurutnya, menjadi salah satu biang keladi kerugian negara yang masif.

"Para pengusaha itu bohong. Katanya dia jual 1.000 ton, dia lapor hanya 500 ton. Artinya apa? Artinya negara rugi," jelas Prabowo, menggambarkan betapa sederhana namun merugikannya praktik tersebut.

Menurut perhitungan para ahli, Indonesia diperkirakan merugi hingga USD150 miliar atau setara dengan Rp2.500 triliun setiap tahunnya. Jumlah fantastis ini, yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan, dan berbagai program strategis di dalam negeri, justru menguap begitu saja.

"Saudara-saudara, kebocoran kita, kita hitung, para ahli hitung sekarang adalah kurang lebih 150 miliar (USD) tiap tahun, Rp2.500 triliun tiap tahun," pungkas Prabowo, menekankan skala masalah yang dihadapi bangsa.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar