55tv.co.id – Sebuah pembangkit listrik di jantung Jawa Tengah kini menjadi sorotan utama kehadirannya krusial bagi pasokan energi nasional Pembangkit Listrik Tenaga Air PLTA Garung di Wonosobo punya peran vital menjaga stabilitas kelistrikan Jawa Bali terutama saat ancaman padam total atau blackout mengintai

Related Post
Bersembunyi di lanskap indah Pegunungan Dieng PLTA Garung memanfaatkan derasnya aliran air alami untuk menciptakan energi bersih dan terbarukan Pembangkit bersejarah ini mulai beroperasi sejak tahun 1982 lalu dengan total daya terpasang mencapai 264 megawatt berasal dari dua unit turbin Francis masing-masing berkapasitas 132 megawatt

Energi listrik yang dihasilkan PLTA Garung tidak hanya dinikmati lokal namun disalurkan ke sistem interkoneksi besar Jawa Bali melalui jaringan transmisi 150 kilovolt Ini terhubung erat dengan PLTP Dieng Gardu Induk Wonosobo Temanggung bahkan hingga PLTA Mrica Dengan jaringan kuat ini pasokan dari Garung bisa dioptimalkan sesuai kebutuhan seluruh sistem kelistrikan negeri
Wasis Jati Waskitho Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica menegaskan komitmen mereka untuk terus mengoptimalkan kinerja PLTA Garung Pembangkit ini harus memberikan manfaat maksimal baik bagi sistem kelistrikan maupun masyarakat luas Ia menambahkan PLTA Garung adalah contoh nyata pemanfaatan potensi air pegunungan untuk energi bersih
Dengan kapasitas 264 MW pembangkit ini secara signifikan mendukung keandalan sistem kelistrikan Jawa Bali Pasokan listriknya setara dengan kebutuhan puluhan ribu rumah tangga Kami terus berupaya menjaga keandalan operasional agar manfaat energi terbarukan ini dapat dinikmati berkelanjutan oleh semua kata Wasis
Secara rinci PLTA Garung mampu menerangi sekitar 26400 rumah tangga dengan asumsi daya 1000 volt ampere Jika daya yang digunakan adalah 450 volt ampere jumlah rumah tangga yang bisa dilayani bahkan melonjak hingga sekitar 52500 rumah tangga Sebuah kontribusi luar biasa bagi ketersediaan listrik nasional










Tinggalkan komentar