55tv.co.id – Danantara menargetkan rampungnya proses transformasi bisnis perusahaan konstruksi milik negara atau BUMN Karya sebelum akhir tahun 2026. Langkah strategis ini diharapkan mampu menyehatkan kembali keuangan serta memperkuat pondasi fundamental bisnis entitas-entitas tersebut di masa mendatang.

Related Post
Chief Operating Officer BPI Danantara yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola BUMN, Dony Oskaria, mengungkapkan upaya penataan korporasi ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Ia bertekad agar target penyelesaian dapat tercapai, meski dinamika di lapangan menunjukkan kompleksitas yang tinggi.

Dony membeberkan bahwa program penyehatan bagi sejumlah BUMN Karya tergolong sangat menantang. Hal ini dipicu oleh beban finansial yang luar biasa besar serta kerumitan persoalan bisnis yang membelit masing-masing perseroan. Kondisi ini semakin pelik lantaran tumpukan utang dan benang kusut masalah bisnis tersebut telah meluas hingga ke anak dan cucu perusahaan.
"Utangnya sangat besar, dan masalahnya tidak hanya di level induk, tetapi juga anak-anak perusahaan mereka turut bermasalah," jelas Dony kepada awak media di Jakarta pada Selasa 18 Agustus 2026.
Melalui restrukturisasi ini, fokus bisnis BUMN Karya akan difokuskan pada tiga pilar utama. Pilar-pilar tersebut meliputi sektor infrastruktur, jasa konstruksi gedung, serta bidang rekayasa pengadaan dan konstruksi atau EPC Engineering Procurement and Construction. Perombakan struktural secara menyeluruh ini merupakan bagian integral dari peta jalan pemerintah dalam merampingkan dan menggabungkan postur perusahaan-perusahaan milik negara demi efisiensi dan kinerja yang lebih baik.










Tinggalkan komentar