55tv.co.id – Otoritas Jasa Keuangan OJK menyoroti tajam kinerja penyaluran pembiayaan kendaraan roda empat yang dilakukan oleh industri multifinance. Terjadi kontraksi signifikan pada awal paruh kedua tahun 2026 yang mengindikasikan adanya pergeseran preferensi konsumen serta penyesuaian skema kredit di sektor otomotif.

Related Post
Agusman Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan Perusahaan Modal Ventura Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK menegaskan bahwa kelesuan dalam penyaluran pembiayaan mobil menjadi perhatian serius regulator. Ini terjadi di tengah perubahan fundamental dalam pola konsumsi masyarakat.

Pada Juli 2026 pembiayaan kendaraan roda empat oleh multifinance tercatat terkontraksi 243 persen secara tahunan year-on-year menjadi Rp23092 triliun. Angka ini dipengaruhi oleh preferensi konsumen dan dinamika perkembangan pembiayaan kendaraan. Meskipun demikian OJK menilai penurunan ini bukan serta merta berarti konsumen beralih ke skema tunai.
Penurunan paling mencolok terjadi pada segmen mobil bekas konvensional berbahan bakar minyak. Portofolio pembiayaan untuk kategori ini terkoreksi 452 persen secara tahunan mencapai Rp8625 triliun. Kondisi ini menuntut industri multifinance untuk lebih adaptif dalam menghadapi perubahan pasar.










Tinggalkan komentar