55tv.co.id – Kementerian Keuangan Republik Indonesia baru saja mengumumkan data mengejutkan terkait kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN hingga akhir Agustus 2026. Tercatat defisit APBN telah mencapai angka Rp240,1 triliun setara dengan 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto PDB nasional.

Related Post
Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN KiTa edisi September 2026 pada Jumat 18 September 2026 menegaskan bahwa meskipun ada defisit performa APBN KiTa tetap menunjukkan kekuatan. Ia menyebut keseimbangan primer masih positif dan angka defisit berada dalam batas yang terkendali. "Ini menunjukkan bahwa perjalanan APBN kita relatif sesuai jalur" ujar Suahasil menanggapi angka tersebut.

Lebih rinci Suahasil menjelaskan bahwa pendapatan negara berhasil terhimpun sebesar Rp2.055,6 triliun. Angka ini merepresentasikan 65,2 persen dari target yang telah ditetapkan. Sementara itu sisi belanja negara tercatat mencapai Rp2.295,7 triliun atau sekitar 59,7 persen dari total alokasi anggaran yang tersedia.
Data mengenai defisit ini sebenarnya bukan kali pertama diungkap ke publik. Pekan sebelumnya Purbaya Yudhi Sadewa juga telah memberikan sinyal terkait angka tersebut.
Pemerintah sendiri memproyeksikan defisit APBN hingga penghujung tahun 2026 akan berada di kisaran 2,85 persen dari PDB. Angka ini setara dengan Rp734,3 triliun. Proyeksi ini sedikit melampaui target awal APBN 2026 yang ditetapkan sebesar 2,68 persen dari PDB.










Tinggalkan komentar