CNG 3 Kg Siap Gantikan LPG

CNG 3 Kg Siap Gantikan LPG

55tv.co.id – Pemerintah Indonesia tengah bersiap melakukan langkah besar dalam peta jalan ketahanan energi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini tengah mematangkan rencana transisi bahan bakar bersubsidi, yakni mengganti penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg dengan Compressed Natural Gas (CNG) dalam kemasan tabung 3 kg.

COLLABMEDIANET

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi impor yang selama ini membebani anggaran negara. Melalui peralihan ke CNG, pemerintah optimistis dapat memanfaatkan kekayaan sumber daya alam domestik yang jauh lebih melimpah.

CNG 3 Kg Siap Gantikan LPG
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa saat ini proses pengujian teknis terkait penggunaan tabung CNG 3 kg tersebut sedang dalam tahap penelaahan mendalam. Pengujian ini dilakukan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) untuk memastikan keamanan dan efektivitas penggunaan di masyarakat.

"Saat ini sedang dalam proses evaluasi oleh Lemigas. Hal ini mencakup aspek teknis mulai dari proses pengolahan CNG hingga ke dalam tabung. Selain itu, skema proses bisnis dan tata niaga pendistribusiannya juga tengah dirampungkan oleh Lemigas," ujar Yuliot saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (2/10/2026).

Meskipun belum ada tanggal pasti mengenai kapan CNG 3 kg akan resmi dilepas ke pasar, Yuliot memberikan sinyal positif. Ia memastikan bahwa hasil evaluasi komprehensif tersebut akan segera dipaparkan secara transparan kepada publik oleh Menteri ESDM dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah mengonfirmasi bahwa program konversi dari LPG ke CNG tabung 3 kg ini sudah memasuki fase uji coba lapangan. Program ini dirancang untuk menguji kesiapan infrastruktur serta penerimaan masyarakat terhadap jenis bahan bakar baru tersebut.

Urgensi peralihan ini semakin terasa mengingat kondisi geopolitik global yang tidak menentu. Ketidakpastian rantai pasok dunia seringkali mengancam stabilitas impor LPG nasional. Dengan beralih ke CNG, Indonesia memiliki kendali lebih besar atas ketersediaan energi karena bahan bakunya tersedia melimpah di dalam negeri.

Bahlil menekankan bahwa penemuan cadangan gas baru, salah satunya di wilayah Kalimantan Timur, menjadi modal kuat bagi keberhasilan program ini. Gas domestik tersebut dapat dialokasikan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan CNG nasional, sehingga ketergantungan pada pasar global dapat ditekan seminimal mungkin.

Jika uji coba ini dinyatakan berhasil dan skema distribusinya matang, maka transisi dari LPG ke CNG akan menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya kemandirian energi Indonesia, sekaligus memberikan alternatif bahan bakar yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar