Makan Bergizi Gratis Pakai Sistem Prasmanan

Makan Bergizi Gratis Pakai Sistem Prasmanan

55tv.co.id – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan terobosan baru dalam menjalankan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Alih-alih menggunakan sistem nasi kotak yang selama ini umum digunakan, pemerintah kini mulai menguji coba konsep penyajian secara prasmanan di lebih dari 60 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas nutrisi dan kesegaran makanan yang dikonsumsi oleh para siswa tetap terjaga secara optimal.

COLLABMEDIANET

Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, mengungkapkan bahwa uji coba atau piloting ini telah dimulai sejak awal Oktober 2026. Dalam skema baru ini, makanan akan dimasak di dapur pusat dan segera dibawa dalam kondisi masih hangat menuju ruang-ruang kelas untuk disajikan langsung kepada para siswa.

Makan Bergizi Gratis Pakai Sistem Prasmanan
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Mulai hari ini, kita sudah melakukan uji coba di lebih dari 60 dapur untuk sistem prasmanan di dalam kelas. Jadi, makanan dibawa dalam kondisi hangat ke kelas dan kemudian disajikan di sana," ujar Sudaryono saat memberikan keterangan di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Menurut Sudaryono, ada dua alasan utama mengapa konsep prasmanan ini dianggap lebih unggul dibandingkan sistem nasi kotak. Pertama adalah faktor cita rasa. Dengan penyajian yang cepat setelah proses memasak selesai, makanan akan sampai ke tangan siswa dalam keadaan masih hangat, sehingga rasa dan tekstur makanan tetap terjaga.

Kedua, aspek keamanan pangan menjadi prioritas utama. Dengan memangkas waktu tunggu (delay) antara waktu memasak hingga waktu konsumsi, risiko kerusakan makanan akibat suhu ruangan dapat diminimalisir. Hal ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan atau keracunan makanan pada anak-anak sekolah.

Selain aspek teknis makanan, implementasi sistem prasmanan ini juga membawa misi edukasi karakter bagi para siswa. BGN tidak hanya memberikan pelatihan intensif kepada petugas di dapur SPPG, tetapi juga memberikan pembekalan kepada pihak sekolah. Hal ini dikarenakan sistem prasmanan ini akan melibatkan peran aktif siswa dalam proses penyajiannya.

Sudaryono menjelaskan bahwa siswa akan dilatih untuk melayani makanan melalui sistem piket, sebuah metode yang mirip dengan budaya kedisiplinan di sekolah-sekolah Jepang. Melalui sistem ini, siswa tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, dan tata krama saat makan.

Lebih lanjut, konsep prasmanan ini juga dinilai lebih efektif dalam menekan angka sisa makanan atau food waste. Dalam sistem prasmanan, siswa diberikan kebebasan untuk mengambil porsi sesuai dengan tingkat rasa lapar mereka. Jika porsi awal dirasa kurang, siswa masih diperbolehkan untuk menambah makanan selama persediaan masih tersedia.

"Dengan sistem ini, makanan terasa lebih segar dan siswa yang masih lapar bisa menambah porsinya. Hal ini diharapkan dapat menekan angka sisa makanan atau waste karena setiap anak bisa menyesuaikan kebutuhan perut mereka masing-masing," pungkas Sudaryono.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar