55tv.co.id – Presiden Prabowo Subianto membawa kabar mengejutkan sekaligus membanggakan terkait performa salah satu perusahaan tambang milik negara. Dalam sebuah pernyataan resmi, Presiden mengungkapkan bahwa PT Timah (Persero) Tbk (TINS) berhasil mencatatkan lonjakan laba yang sangat fantastis, yakni mencapai 900 persen hanya dalam kurun waktu satu tahun.

Related Post
Pencapaian ini menjadi sorotan tajam karena sebelumnya perusahaan pelat merah tersebut kerap dihantui oleh kerugian finansial yang cukup besar. Transformasi kinerja PT Timah ini menjadi bukti nyata dari upaya pemerintah dalam menertibkan sektor pertambangan dan menghentikan praktik-praktik ilegal yang selama ini menggerogoti kekayaan negara.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Prabowo dalam rangkaian acara penyerahan hasil penagihan denda administratif di bidang kehutanan yang berlangsung di Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Selasa (6/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) menyerahkan dana denda sebesar Rp13,2 triliun kepada negara.
Prabowo menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari tindakan tegas pemerintah dalam menguasai kembali lahan-lahan tambang ilegal. Ia menyebutkan bahwa sekitar 14 ribu hektare kawasan hutan telah berhasil diambil alih kembali oleh negara. Selain itu, upaya mitigasi terhadap penyelundupan timah di wilayah Pulau Bangka juga terus diperketat.
"Kita sudah menertibkan dengan keras. PT Timah yang selama ini mengalami kerugian, kini dalam satu tahun keuntungannya melonjak hingga 900 persen," tegas Prabowo di hadapan para hadirin.
Selain membahas mengenai PT Timah, Presiden juga menyinggung mengenai kondisi tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. Prabowo mengaku terkejut saat pertama kali menjabat karena menemukan data bahwa jumlah BUMN di tanah air mencapai 1.074 perusahaan. Menurutnya, angka tersebut terlalu besar dan tidak efisien, mengingat sebagian besar dari perusahaan tersebut justru dalam kondisi merugi.
Sebagai solusi strategis, pemerintah tengah melakukan langkah konsolidasi besar-besaran. Prabowo berencana menyatukan manajemen BUMN di bawah satu payung besar yang diberi nama Danantara, atau Daya Anagata Nusantara. Nama ini memiliki filosofi mendalam, di mana ‘Daya’ melambangkan energi, ‘Anagata’ berarti masa depan, dan ‘Nusantara’ sebagai tanah air kita.
Melalui Danantara, pemerintah berharap dapat mengelola kekayaan alam Indonesia secara lebih profesional dan terintegrasi. Danantara diproyeksikan menjadi kekuatan energi finansial untuk menjamin masa depan generasi mendatang. Prabowo menekankan bahwa tugas utama pemerintah adalah menjaga dan mengelola sumber daya alam yang melimpah agar benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia, dengan Satgas PKH sebagai ujung tombak pengawasannya.










Tinggalkan komentar