Proyek Raksasa 180 Triliun Gebrak Industri Nasional

Proyek Raksasa 180 Triliun Gebrak Industri Nasional

55tv.co.id – Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan gebrakan besar dalam sektor industri nasional dengan meresmikan 11 proyek hilirisasi di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara. Langkah ambisius ini menandai babak baru dalam upaya Indonesia untuk tidak sekadar menjadi pengekspor bahan mentah, melainkan menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global yang bernilai tinggi.

COLLABMEDIANET

Total nilai investasi yang dikucurkan untuk ke-11 proyek tersebut mencapai angka fantastis, yakni sebesar 10,2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp180 triliun. Tidak hanya meluncurkan proyek, Presiden Prabowo juga meresmikan ekspor perdana baterai kendaraan listrik (EV) dari kawasan IWIP. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mulai mampu memproduksi komponen teknologi masa depan secara mandiri.

Proyek Raksasa 180 Triliun Gebrak Industri Nasional
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kebijakan strategis ini menuai apresiasi luas dari berbagai kalangan, termasuk para akademisi. Sarlina Sari, akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bina Sarana Informatika, menilai bahwa pengembangan industri hilirisasi merupakan langkah krusial untuk memperkuat struktur industri nasional. Menurutnya, hilirisasi adalah kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam (SDA) yang selama ini melimpah di tanah air.

"Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar. Tantangan utamanya adalah bagaimana kita mampu mengolah kekayaan tersebut menjadi produk jadi yang memiliki nilai tambah tinggi, memperkuat industri dalam negeri, serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas bagi masyarakat luas," ujar Sarlina dalam keterangannya di Jakarta.

Lebih lanjut, Sarlina menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari besarnya angka investasi yang masuk. Ia menyoroti pentingnya pembangunan ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari tahap pengolahan mineral hingga produksi material canggih seperti baterai kendaraan listrik, aluminium, dan komponen energi terbarukan lainnya.

"Yang terpenting bukan sekadar nilai investasinya, melainkan sejauh mana investasi tersebut mampu membangun ekosistem industri yang kokoh, meningkatkan kapasitas teknologi nasional, dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Hilirisasi harus menjadi instrumen untuk memperkuat daya saing Indonesia di kancah global," tambahnya.

Proyek-proyek di kawasan IWIP ini diproyeksikan akan menyerap lebih dari 10.000 tenaga kerja baru. Sektor yang dikembangkan mencakup industri baterai, material berbasis nikel, aluminium, alat berat berbasis listrik, hingga industri pendukung energi surya.

Sarlina juga memberikan catatan penting mengenai peran Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani. Ia berharap pemerintah dapat terus menjaga iklim usaha yang kondusif, memberikan kepastian regulasi, serta memastikan adanya transfer teknologi kepada tenaga kerja lokal. Dengan demikian, investasi yang masuk dapat benar-benar memberikan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar