Asap Karhutla Lumpuhkan Ribuan Penerbangan

Asap Karhutla Lumpuhkan Ribuan Penerbangan

55tv.co.id – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas kembali memberikan dampak serius bagi sektor transportasi udara di Indonesia. Kabut asap tebal yang menyelimuti sejumlah wilayah mengakibatkan gangguan masif pada jadwal penerbangan domestik, yang pada akhirnya merugikan ribuan penumpang di berbagai daerah.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tercatat sebanyak 1.673 penerbangan berjadwal mengalami gangguan selama periode 11 Agustus hingga 9 Oktober 2026. Fenomena alam yang tidak terkendali ini memaksa maskapai penerbangan untuk mengambil langkah-langkah darurat demi menghindari risiko kecelakaan di udara.

Asap Karhutla Lumpuhkan Ribuan Penerbangan
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dari total gangguan tersebut, rinciannya menunjukkan bahwa sebanyak 907 penerbangan terpaksa dibatalkan atau mengalami penundaan jadwal yang cukup lama. Sementara itu, 745 penerbangan lainnya harus menghadapi kendala keterlambatan (delay) akibat kondisi cuaca dan jarak pandang yang tidak memungkinkan. Tidak hanya itu, dampak karhutla juga memaksa 15 penerbangan untuk dialihkan ke bandara alternatif, serta 6 penerbangan lainnya harus melakukan prosedur return to base atau kembali ke bandara asal karena kondisi lapangan yang tidak aman.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, menegaskan bahwa keselamatan nyawa penumpang dan awak pesawat adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Menurutnya, asap karhutla secara langsung menurunkan jarak pandang (visibility) di sejumlah bandara, yang merupakan parameter krusial dalam operasional penerbangan.

"Kami tidak akan berkompromi terhadap aspek keselamatan. Jika jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional yang telah ditetapkan, maka keputusan untuk menunda, membatalkan, atau mengalihkan penerbangan adalah langkah yang mutlak diambil," tegas Lukman dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Kemenhub saat ini terus melakukan pengawasan ketat melalui koordinasi intensif dengan Kantor Otoritas Bandar Udara, pengelola bandara, penyedia layanan navigasi, hingga operator maskapai. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap keputusan operasional didasarkan pada data cuaca dan kondisi lapangan yang akurat.

Jika menilik data per maskapai, Citilink Indonesia menjadi pihak yang paling terdampak dengan total 478 penerbangan yang terganggu. Menyusul di posisi berikutnya adalah NAM Air dengan 300 penerbangan, Wings Air dengan 227 penerbangan, dan Super Air Jet dengan 161 penerbangan. Maskapai lain seperti Surya Mataram, Batik Air, Garuda Indonesia, TransNusa, Lion Air, hingga Sriwijaya Air juga turut melaporkan gangguan serupa.

Secara spesifik, Wings Air mencatatkan angka pembatalan tertinggi mencapai 226 penerbangan. Di sisi lain, Citilink menjadi maskapai yang paling banyak mengalami keterlambatan dengan total 357 jadwal yang bergeser dari waktu semula. Situasi ini menjadi peringatan keras akan pentingnya penanganan karhutla secara cepat agar stabilitas ekonomi dan mobilitas masyarakat tidak terus terganggu.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar