Alasan PGEO Tolak Buyback Saham

Alasan PGEO Tolak Buyback Saham

55tv.co.id – Di tengah fluktuasi pasar modal yang tengah menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memilih untuk mengambil langkah yang berbeda. Alih-alih melakukan aksi pembelian kembali saham atau buyback guna menopang harga di pasar, emiten energi terbarukan ini justru menyatakan belum memiliki rencana untuk melakukan langkah tersebut dalam waktu dekat.

COLLABMEDIANET

Keputusan ini sempat memicu tanda tanya di kalangan pelaku pasar, mengingat strategi buyback biasanya digunakan perusahaan untuk memberikan sinyal positif kepada investor saat harga saham sedang tertekan. Namun, manajemen PGEO memiliki alasan strategis yang lebih mendalam terkait struktur kepemilikan perusahaan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Alasan PGEO Tolak Buyback Saham
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Direktur Keuangan PGEO, Fransetya H. Hutabarat, menjelaskan bahwa prioritas utama perusahaan saat ini bukanlah menjaga stabilitas harga melalui buyback, melainkan memperkuat porsi kepemilikan publik atau free float. Menurutnya, melakukan pembelian kembali saham justru akan menjadi langkah kontraproduktif terhadap target jangka panjang perusahaan dalam memenuhi ketentuan regulator.

"Pertimbangan utama kami adalah menjaga agar porsi free float tidak berkurang. Jika kami melakukan buyback, maka jumlah saham yang beredar di masyarakat justru akan menyusut, padahal target kami adalah meningkatkan kepemilikan publik," ungkap Fransetya dalam sesi pengarahan media terkait laporan keuangan kuartal III tahun 2026 di Jakarta.

Saat ini, komposisi saham yang dimiliki oleh publik atau free float PGEO berada di angka 11,2%. Angka ini dinilai masih perlu ditingkatkan agar sejalan dengan peta jalan yang telah disusun oleh manajemen. Perusahaan telah menetapkan target yang cukup ambisius, di mana mereka menargetkan porsi free float dapat menyentuh angka 12,5% pada Maret 2027, dan terus merangkak naik hingga mencapai 15% pada tahun 2028 mendatang.

Selain persoalan regulasi mengenai porsi saham publik, Fransetya juga menekankan bahwa kondisi fundamental perusahaan masih berada dalam jalur yang sangat positif. Kinerja keuangan yang solid serta komposisi pemegang saham yang sehat menjadi alasan kuat mengapa manajemen merasa tidak perlu melakukan intervensi pasar melalui buyback.

Menariknya, meskipun pasar sedang mengalami tekanan, minat investor global terhadap saham PGEO justru menunjukkan tren yang menggembirakan. Fransetya mencatat adanya peningkatan minat dari investor asing yang melihat potensi besar pada sektor energi panas bumi yang dikelola oleh perseroan.

Dengan fokus pada ekspansi dan pemenuhan target free float, PGEO tampaknya lebih memilih untuk membiarkan mekanisme pasar bekerja sambil terus memperkuat fundamental bisnisnya. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pertumbuhan perusahaan di masa depan didukung oleh struktur kepemilikan yang lebih luas dan likuiditas pasar yang lebih baik.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar