55 NEWS – Presiden terpilih Prabowo Subianto menargetkan sebuah pencapaian ambisius: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tanpa defisit pada tahun 2027. Janji ini diungkapkan dalam Sidang Paripurna DPR RI saat memaparkan visi arsitektur APBN 2026. Prabowo dengan optimis menyatakan keinginannya untuk menyampaikan laporan APBN yang sepenuhnya seimbang di hadapan majelis terhormat, paling lambat tahun 2028.

Related Post
Menanggapi target tersebut, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, menyatakan bahwa wacana anggaran berimbang bukanlah hal baru dalam sejarah perekonomian Indonesia. Menurutnya, pendekatan ini pernah diterapkan pada era pemerintahan Presiden Soeharto.

Esther menilai bahwa implementasi target APBN tanpa defisit membutuhkan upaya serius dan terukur. Pendapat senada juga diungkapkan oleh Syafruddin Karimi dari Departemen Ekonomi Universitas Andalas, yang menekankan perlunya kehati-hatian ekstra untuk mencapai tujuan tersebut.
Syafruddin menggarisbawahi empat agenda krusial yang harus menjadi fokus pemerintah untuk menjaga keseimbangan fiskal dan memperkuat peran APBN sebagai motor penggerak pembangunan. Agenda pertama adalah reformasi perpajakan yang komprehensif. Ia mendesak percepatan digitalisasi sistem perpajakan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, dan diversifikasi sumber-sumber penerimaan negara. Menurutnya, peningkatan target pajak saja tidak akan cukup jika tidak disertai dengan perbaikan instrumen pemungutan dan pengawasan yang efektif.
Revitalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga menjadi prioritas utama. Optimalisasi pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan peningkatan kontribusi dividen dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dianggap sebagai langkah penting. Namun, Syafruddin menekankan perlunya eksplorasi sumber-sumber penerimaan baru dari sektor ekonomi digital dan layanan publik modern.
Dengan target ambisius dan tantangan yang kompleks, mampukah pemerintahan Prabowo mewujudkan APBN tanpa defisit di tahun 2027? Hanya waktu dan kerja keras yang akan menjawabnya.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar