Ancaman Geopolitik Global Mencekam: Kilang Raksasa Ini Jadi Benteng Terakhir Pasokan BBM Nasional! BPH Migas Ungkap Strategi Jitu Amankan Energi RI

Ancaman Geopolitik Global Mencekam: Kilang Raksasa Ini Jadi Benteng Terakhir Pasokan BBM Nasional! BPH Migas Ungkap Strategi Jitu Amankan Energi RI

55 NEWS – Di tengah eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengguncang stabilitas pasar energi global, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memberikan jaminan kuat mengenai keandalan produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Kilang Dumai, Riau. Langkah ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk menjaga kelancaran pasokan BBM nasional dan menenangkan kekhawatiran masyarakat akan potensi panic buying.

COLLABMEDIANET

Pemerintah Republik Indonesia secara tegas menempatkan Kilang Dumai sebagai salah satu pilar strategis dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pasokan energi domestik. Dengan kontribusi signifikan sekitar 16,5 persen dari total kapasitas pengolahan milik Pertamina, fasilitas yang dioperasikan oleh Pertamina Patra Niaga RU II Dumai ini memegang peranan vital dalam rantai pasok energi nasional.

Ancaman Geopolitik Global Mencekam: Kilang Raksasa Ini Jadi Benteng Terakhir Pasokan BBM Nasional! BPH Migas Ungkap Strategi Jitu Amankan Energi RI
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Secara spesifik, Kilang Dumai memiliki kapasitas pengolahan total mencapai 170.000 barel per hari, yang terbagi atas Kilang Dumai sebesar 120.000 barel per hari dan Kilang Sei Pakning sebesar 50.000 barel per hari. Angka ini menegaskan posisi Dumai sebagai salah satu "dapur" utama energi nasional yang krusial.

Dalam kunjungan lapangan yang dilakukan baru-baru ini ke Dumai, Riau, Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menegaskan bahwa operasional RU II Dumai berada dalam kondisi prima dan optimal. "Kami memastikan RU II Dumai dalam kondisi yang optimal untuk memproduksi berbagai jenis BBM. Kami sangat berharap keandalan refinery ini terus terjaga, sehingga mampu memenuhi kebutuhan produk-produk BBM, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Utara," ujar Fathul.

Kunjungan ini, menurut Fathul, merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden Prabowo Subianto serta arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Mandat tersebut menekankan pentingnya memastikan seluruh operasional kilang domestik berjalan optimal dan tidak terpengaruh oleh gejolak ekonomi dan politik global yang dinamis.

Selain memproduksi gas oil seperti solar dan turunannya, Kilang Dumai juga menunjukkan komitmennya terhadap transisi energi berkelanjutan dengan menghasilkan green avtur atau Sustainable Aviation Fuel (SAF). Produksi SAF ini menjadi langkah konkret dan progresif dalam mempersiapkan sektor energi nasional menghadapi tuntutan dekarbonisasi global yang semakin mendesak.

Pemerintah, melalui BPH Migas, bersama dengan Pertamina, menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM domestik. Keandalan operasional kilang-kilang strategis seperti Dumai dipastikan menjadi benteng utama agar pasokan energi nasional tidak goyah di tengah dinamika geopolitik internasional yang penuh ketidakpastian. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying karena pasokan dijamin aman oleh 55tv.co.id.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar