Antrean Kontainer Marunda Berakhir Ini Kuncinya

Antrean Kontainer Marunda Berakhir Ini Kuncinya

55tv.co.id – Kabar gembira bagi pelaku logistik Antrean panjang kendaraan pengangkut kontainer yang sempat mencekik kawasan Marunda Jakarta Utara kini berangsur terurai berkat langkah cepat dan kolaborasi lintas pihak. Solusi inovatif ini berhasil mengurai simpul kemacetan yang sebelumnya melumpuhkan aktivitas bongkar muat di salah satu urat nadi distribusi barang ibu kota.

COLLABMEDIANET

Penumpukan armada logistik ini dipicu oleh lonjakan aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok yang berimbas langsung pada peningkatan kebutuhan layanan peti kemas. Akibatnya daya tampung depo peti kemas kosong milik PT Global Terminal Marunda GTM mencapai titik jenuh. Kondisi ini secara otomatis menyebabkan barisan panjang truk menumpuk di jalur akses menuju kawasan Marunda menimbulkan frustrasi dan kerugian bagi banyak pihak.

Antrean Kontainer Marunda Berakhir Ini Kuncinya
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Merespons desakan dari para pengemudi trailer yang tergabung dalam Keluarga Besar Sopir Indonesia KBSI sebuah pertemuan mediasi krusial pun digelar. Diskusi ini melibatkan PT GTM PT Quad Kontena PT KCN Polres Pelabuhan Tanjung Priok pemerintah daerah Dinas Perhubungan serta perwakilan pengemudi untuk mencari jalan keluar terbaik.

Dari pertemuan tersebut tercapai konsensus penting Pemanfaatan area operasional PT Karya Citra Nusantara KCN sebagai titik bongkar muat kontainer sementara disepakati. Langkah strategis ini terbukti efektif mendongkrak kecepatan pelayanan sehingga deretan kendaraan yang mengular perlahan menipis dan roda logistik kembali berputar lebih mulus.

Kolaborasi antara berbagai entitas ini menunjukkan bahwa sinergi adalah kunci utama dalam mengatasi tantangan kompleks di sektor logistik. Dengan peran KCN sebagai pelabuhan penyangga sementara diharapkan kelancaran rantai pasok nasional dapat terus terjaga mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar