55tv.co.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka membeberkan bahwa program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) menghadapi rintangan signifikan di lapangan. Kendala ini terutama terasa di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Meski demikian, pemerintah menegaskan tidak akan menutup mata terhadap berbagai tantangan teknis yang muncul pada fase awal implementasi program berskala nasional ini.

Related Post
Dalam Sidang Paripurna DPR pada Selasa (14/7/2026), Purbaya menjelaskan bahwa hambatan utama yang membayangi jalannya program MBG mencakup tiga pilar krusial. Pertama, kesiapan sektor hulu rantai pasok. Kedua, keandalan jalur operasional distribusi bahan baku pangan. Ketiga, keterbatasan daya tampung kapasitas logistik. Permasalahan ini dilaporkan paling menonjol terjadi di daerah-daerah yang termasuk kategori terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Untuk menanggulangi kendala distribusi di area 3T tersebut, pemerintah telah merancang serangkaian strategi perbaikan taktis. Salah satu langkah konkret yang didorong Purbaya adalah optimalisasi peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum MBG. SPPG diharapkan dapat memprioritaskan pemanfaatan potensi komoditas pangan lokal yang tersedia di masing-masing daerah, demi memastikan keberlanjutan dan efektivitas program.










Tinggalkan komentar