55tv.co.id – Kabar terbaru dari parlemen menguak proyeksi ambisius pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2027. Kesepakatan krusial ini mencakup landasan perkiraan ekonomi makro serta target pembangunan yang akan menjadi fondasi kebijakan fiskal negara. Publik kini menyoroti angka-angka vital yang diputuskan dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI bersama perwakilan pemerintah di Jakarta pada Rabu 2 September 2026 lalu.

Related Post
Salah satu poin utama yang menarik perhatian adalah target pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok mencapai 6 persen untuk tahun 2027. Angka ini mencerminkan optimisme pemerintah dalam mendorong roda perekonomian pasca-pandemi. Sejalan dengan itu laju inflasi juga diupayakan tetap terkendali dengan sasaran sebesar 2,5 persen. Penetapan target ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah menjaga stabilitas harga di tengah dinamika ekonomi global.

Namun di sisi moneter proyeksi nilai tukar rupiah justru memicu diskusi hangat. Dalam asumsi RAPBN 2027 nilai tukar mata uang Garuda terhadap dolar Amerika Serikat ditetapkan pada level Rp17.500. Angka ini menunjukkan potensi tekanan pada rupiah di masa mendatang. Tak hanya itu tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) dengan tenor 10 tahun juga disepakati berada di angka 6,9 persen mencerminkan kondisi pasar keuangan yang diperkirakan akan tetap menantang.










Tinggalkan komentar