55tv.co.id – Kabar mengejutkan datang dari Kementerian Perhubungan yang memutuskan memperpanjang penutupan delapan bandara utama di Indonesia. Langkah ini diambil menyusul dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih aktif, memaksa operasional penerbangan dihentikan hingga 7 September 2026 pukul 09.00 WIB. Situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi ribuan calon penumpang.

Related Post
Deretan bandara yang terdampak dan kini masih belum bisa beroperasi meliputi gerbang udara vital seperti Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma di Jakarta, serta Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Selain itu, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, dan Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam Sumatera Selatan juga masuk dalam daftar penutupan.

Menteri Perhubungan, Dudy, menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan awak pesawat adalah prioritas utama di tengah kondisi ini. "Situasi cuaca sangat dinamis, berdasarkan informasi terbaru dari BMKG, kami belum bisa memastikan kapan penutupan ini akan berakhir," ungkapnya dalam pernyataan resmi, Senin (7/9/2026), mengindikasikan bahwa keputusan lebih lanjut akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi alam.
Untuk meminimalisir dampak pada masyarakat, Menhub Dudy memastikan operator bandara dan maskapai telah menyiapkan fasilitas penunjang. Penumpang yang sudah memiliki tiket namun gagal terbang dapat memanfaatkan layanan shuttle bus gratis menuju berbagai destinasi. Selain itu, maskapai juga diberikan opsi untuk mengalihkan penerbangan ke bandara alternatif seperti Bandara Kertajati, Bandara Juanda, Bandara YIA, serta bandara di Semarang dan Solo. Bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan, transportasi darat berupa bus dan kereta api juga telah disiapkan untuk memfasilitasi perjalanan mereka.










Tinggalkan komentar