55 NEWS – Jakarta – Perdebatan mengenai peran vital hutan dalam menjaga keseimbangan ekosistem global dan mitigasi perubahan iklim semakin memanas. Dengan tutupan hutan yang mencapai sekitar 30 persen dari total daratan bumi, atau setara dengan 40 juta kilometer persegi, pertanyaan besar muncul: di antara 10 negara pemilik hutan terluas di dunia, di manakah posisi strategis Indonesia yang sering disebut sebagai paru-paru dunia?

Related Post
Berdasarkan proyeksi data dari Food and Agriculture Organization (FAO) untuk tahun 2025, Federasi Rusia kokoh menduduki peringkat teratas sebagai negara dengan wilayah hutan paling ekstensif. Dengan hamparan hijau seluas 832.630 hektar, Rusia diestimasi menguasai sekitar 20% dari total luas hutan global, menjadikannya pemain kunci dalam ekologi planet ini.

Lebih dari sekadar hamparan hijau, hutan adalah aset strategis dan solusi paling ampuh dalam menghadapi krisis iklim global. Kemampuannya menyerap sekitar 2,6 miliar ton karbon dioksida setiap tahun menjadikan hutan sebagai garda terdepan dalam upaya dekarbonisasi. Angka ini luar biasa, mengingat jumlah tersebut merepresentasikan sepertiga dari total emisi karbon yang dilepaskan ke atmosfer akibat aktivitas pembakaran bahan bakar fosil. Ini menunjukkan nilai ekonomi dan lingkungan yang tak ternilai dari keberadaan hutan.
Data komprehensif mengenai 10 negara dengan tutupan hutan terluas di dunia, termasuk posisi krusial Indonesia yang kerap menjadi sorotan, telah dirangkum secara mendalam oleh 55tv.co.id. Analisis ini, yang dipublikasikan pada Minggu (14/12/2025), akan menguak dinamika kepemilikan aset hijau global dan implikasinya terhadap masa depan iklim dan ekonomi dunia.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar