55tv.co.id – Harapan baru kini mulai menyingsing di ufuk timur Pulau Lombok. Masyarakat di Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, kini tengah berupaya keras untuk bangkit dan memulihkan roda ekonomi mereka yang sempat terhenti akibat musibah kebakaran hebat pada Agustus lalu. Bencana tersebut tidak hanya menghanguskan bangunan fisik, tetapi juga melumpuhkan denyut nadi kehidupan ekonomi warga setempat.

Related Post
Bagi para perajin tenun tradisional di desa tersebut, kebakaran itu merupakan pukulan telak. Kehilangan peralatan menenun dan tempat usaha membuat mereka kehilangan tumpuan utama untuk mencari nafkah. Tanpa alat yang memadai, para perajin kesulitan untuk kembali berkarya, yang secara otomatis berdampak pada terhentinya pendapatan keluarga yang selama ini bergantung pada kerajinan tangan tersebut.

Menyadari kondisi kritis tersebut, PT Pertamina (Persero) hadir memberikan dukungan nyata guna mempercepat proses pemulihan ekonomi warga. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina menyalurkan bantuan berupa 45 unit alat tenun baru. Tidak hanya sekadar memberikan bantuan fisik, perusahaan pelat merah ini juga memberikan pendampingan berupa pelatihan agar para perajin dapat kembali produktif dan meningkatkan kualitas hasil tenunan mereka.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Pertamina untuk menjaga kelestarian tradisi tenun Sasak yang menjadi identitas budaya penting di Nusa Tenggara Barat. Selain itu, bantuan ini bertujuan untuk mendorong pemulihan sektor wisata budaya di Desa Adat Sade agar kembali ramai dikunjungi wisatawan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, di atas panggung Festival yang bertempat di area Pertamina Mandalika International Circuit. Kehadiran bantuan ini diharapkan menjadi katalisator bagi masyarakat untuk kembali mandiri secara ekonomi.
Musibah kebakaran yang melanda pada 22 Agustus lalu telah memberikan dampak domino yang luas. Selain rumah warga yang hangus, bangunan-bangunan penunjang kegiatan ekonomi dan budaya seperti toko seni, lumbung, hingga Bale Baleq juga ikut luluh lantak. Kondisi ini sempat mengganggu mata pencaharian utama masyarakat yang selama ini bertumpu pada kegiatan menenun, penjualan suvenir, serta jasa pemandu wisata.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menegaskan bahwa fokus utama dari bantuan ini adalah membantu warga agar bisa kembali produktif. Dengan kembalinya aktivitas menenun, diharapkan sumber pendapatan keluarga dapat pulih kembali, sehingga kesejahteraan masyarakat Desa Adat Sade dapat segera stabil seperti sedia kala. Melalui sinergi antara pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya, Desa Adat Sade diharapkan dapat segera bangkit sebagai destinasi wisata budaya yang tangguh.










Tinggalkan komentar