55 NEWS – Masyarakat Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) diimbau untuk tidak panik terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh dan Hiswana Migas Aceh memastikan bahwa stok BBM di kedua wilayah tersebut dalam kondisi aman dan mencukupi.

Related Post
Antrean panjang yang terjadi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) disinyalir bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan, melainkan karena ketidakstabilan aliran listrik dari PLN yang mengganggu proses pengisian dan pelayanan.

Pakar manajemen dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Jasman J Maruf, menekankan pentingnya pembatasan penjualan BBM selama masa darurat. Langkah ini bertujuan untuk memastikan pemerataan akses BBM bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mencegah aksi spekulasi yang dapat memperkeruh situasi.
"Dalam keadaan darurat ini, penjualan harus dibatasi agar semua masyarakat bisa mendapatkannya untuk kebutuhan mereka," ujar Jasman.
Menurutnya, penanganan BBM saat tanggap darurat membutuhkan perhatian serius. Pertamina diharapkan dapat menjamin ketersediaan BBM di SPBU agar tidak menimbulkan kesan kelangkaan di masyarakat. Jasman juga menyarankan pengaturan waktu pembelian dan pembatasan jumlah pembelian sesuai kebutuhan kendaraan, termasuk pembatasan pembelian menggunakan jerigen untuk mencegah penimbunan atau penjualan kembali oleh spekulan.
Meskipun pembelian menggunakan jerigen diperbolehkan untuk kebutuhan genset, Jasman khawatir praktik ini disalahgunakan untuk menimbun atau menjual kembali BBM.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar