55 NEWS – Pemerintah telah mengumumkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2026 dengan proyeksi yang cukup ambisius. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama jajaran menteri terkait memaparkan detail RAPBN tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Related Post
Dalam RAPBN 2026, pemerintah menargetkan pendapatan negara mencapai Rp3.147,7 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 9,8% dibandingkan dengan proyeksi (outlook) pendapatan negara pada tahun 2025. Peningkatan ini diharapkan berasal dari berbagai sektor, termasuk penerimaan pajak, bea cukai, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Sementara itu, belanja negara direncanakan sebesar Rp3.786,5 triliun. Angka ini lebih tinggi 7,3% dari outlook belanja negara tahun 2025. Kenaikan belanja ini akan dialokasikan untuk berbagai program prioritas pemerintah, termasuk pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta program-program sosial untuk kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah menekankan bahwa RAPBN 2026 dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Dengan target pendapatan dan belanja yang ambisius, pemerintah berharap dapat mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global. Meski demikian, pemerintah juga menyadari tantangan yang ada dan akan terus berupaya untuk menjaga stabilitas fiskal dan pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel. Detail lebih lanjut mengenai alokasi anggaran per sektor akan segera dipublikasikan. Masyarakat diharapkan dapat memberikan masukan konstruktif untuk penyempurnaan RAPBN 2026 ini. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar