55 NEWS – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara resmi menginisiasi proyek pengembangan strategis di Pelabuhan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Inisiatif monumental ini mencakup pembangunan Dermaga 2 yang baru serta modernisasi dan peningkatan kapasitas Dermaga 1 yang sudah ada. Langkah ini diproyeksikan tidak hanya akan memperkokoh jaringan konektivitas antarpulau, tetapi juga berfungsi sebagai motor penggerak vital bagi pertumbuhan ekonomi di seluruh kawasan kepulauan.

Related Post
Heru Widodo, Direktur Utama ASDP, menjelaskan bahwa ekspansi Pelabuhan Tanjung Uban adalah respons strategis terhadap lonjakan signifikan dalam mobilitas masyarakat dan kebutuhan distribusi logistik di wilayah kepulauan. "Setiap dermaga yang kami bangun bukan sekadar struktur beton, melainkan jembatan menuju beragam peluang ekonomi baru, akselerasi sektor pariwisata, dan peningkatan daya saing regional," tegas Heru dalam seremoni peletakan batu pertama untuk Dermaga 2 dan peningkatan Dermaga 1, seperti dikutip dari rilis pers yang diterima di Jakarta, Kamis (18/6/2026). Ia menambahkan, "Proyek ini merupakan manifestasi dari komitmen ASDP untuk merealisasikan visi ‘We Bridge the Nation’, yakni menyatukan wilayah dan membuka gerbang bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan inklusif."

Secara teknis, proyek ambisius ini melibatkan konstruksi Dermaga 2 dengan panjang mencapai 119,48 meter, dirancang khusus untuk mengakomodasi kapal berukuran hingga 1.000 Gross Tonnage (GRT). Fasilitas ini akan dilengkapi dengan movable bridge berkapasitas 80 ton, esensial untuk mengoptimalkan efisiensi proses bongkar muat kendaraan dan penumpang. Paralel dengan itu, Dermaga 1 juga akan mengalami peningkatan kapasitas substansial melalui penguatan infrastruktur dan modernisasi fasilitas sandar. Setelah ditingkatkan, Dermaga 1 akan mampu melayani kapal hingga 2.000 GRT dengan panjang sandar mencapai 200,90 meter, secara signifikan meningkatkan daya tampung pelabuhan.
Saat ini, Pelabuhan Tanjung Uban merupakan simpul penting yang melayani tiga lintasan penyeberangan krusial, dengan rute Tanjung Uban–Telaga Punggur menonjol sebagai salah satu jalur terpadat. Untuk memenuhi tingginya permintaan pada lintasan ini, ASDP mengoperasikan dua armada kapal ferry andal, yakni KMP Tanjung Burang dan KMP Baru, yang secara konsisten melayani pergerakan penumpang dan kendaraan antarwilayah. Data menunjukkan, dari Januari hingga Mei 2026, Pelabuhan Tanjung Uban telah mencatat volume layanan yang impresif, dengan 301.221 penumpang dan 131.684 kendaraan. Angka trafik yang substansial ini menjadi justifikasi kuat bagi urgensi pengembangan kapasitas pelabuhan, demi menjamin layanan yang lebih lancar, aman, nyaman, dan efisien di masa mendatang.
"Sebagai entitas operator penyeberangan yang terkemuka dan terpercaya, kami berkomitmen penuh untuk memastikan setiap fase pembangunan dilaksanakan dengan standar kualitas tertinggi. Tujuannya adalah agar dampak positif dari proyek ini dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan, sekaligus menjadi pendorong utama bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi dan terwujudnya pembangunan berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Riau," pungkas Heru.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar