55 NEWS – JAKARTA – Danantara Indonesia, entitas yang memegang kendali mayoritas saham, secara transparan membeberkan strategi komprehensifnya untuk memperkuat fondasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Langkah ini merupakan bagian integral dari konsolidasi strategis jangka menengah, dirancang untuk memastikan maskapai penerbangan nasional tersebut siap menghadapi fase optimalisasi kinerja yang krusial pada tahun 2026.

Related Post
Rohan Hafas, Managing Director Stakeholders Management Danantara, menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan periode vital untuk memantapkan fondasi operasional dan menyehatkan struktur finansial Garuda. Ini adalah prasyarat mutlak untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan. "Kami melihat 2025 sebagai fase penguatan fundamental, yang akan menjadi landasan kokoh bagi optimalisasi kinerja di 2026," jelas Rohan dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (26/2/2026), menekankan fokus pada kesiapan operasional dan struktur keuangan yang prima.

Sebagai pemegang saham mayoritas, Danantara menilai tahun lalu sebagai momen krusial dalam menjamin kesinambungan transformasi korporasi. Prioritas utama diarahkan pada peningkatan bertahap kesiapan armada, penguatan struktur permodalan yang solid, serta penataan jaringan dan kapasitas yang mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Menurut Rohan, sepanjang tahun 2025, Garuda Indonesia Group telah memasuki fase peningkatan kapabilitas teknis armada melalui serangkaian program perawatan intensif dan reaktivasi pesawat yang terencana secara bertahap sesuai dengan rencana operasional. Progres ini mengindikasikan peningkatan kesiapan armada yang konsisten dan terukur, sekaligus menjamin kualitas layanan prima sebelum ekspansi kapasitas yang lebih luas direalisasikan. Rohan menegaskan bahwa pendekatan ini secara tegas menempatkan kualitas dan keberlanjutan operasional sebagai prioritas utama, bukan sekadar mengejar ekspansi agresif dalam jangka pendek.
Dari aspek keuangan, Danantara juga telah mengimplementasikan penguatan struktur permodalan melalui skema korporasi yang diumumkan sebelumnya. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkokoh neraca perusahaan, meningkatkan fleksibilitas finansial, serta memberikan ruang stabilisasi operasional yang lebih luas, demikian dilaporkan oleh 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar