55tv.co.id – Bursa Efek Indonesia BEI sedang menyiapkan gebrakan baru yang akan mereformasi mekanisme perdagangan di pasar modal domestik. Rencana utama mencakup peninjauan ulang tiga kriteria pada papan pemantauan khusus serta penyesuaian ketentuan auto rejection atas dan bawah ARA ARB. Tak hanya itu bursa juga akan menerapkan periode non-pembatalan transaksi pada papan khusus tersebut. Langkah strategis ini diharapkan mampu mengerek efektivitas pengawasan kualitas pembentukan harga dan memberikan proteksi lebih baik bagi para investor.

Related Post
Iding Pardi Direktur Pengembangan BEI menekankan pentingnya evaluasi konsisten terhadap setiap kebijakan yang berlaku. Hal ini krusial untuk memastikan pasar modal Indonesia senantiasa beroperasi secara teratur wajar efisien transparan dan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh investor.

Saat ini papan pemantauan khusus BEI memuat sebelas kriteria. Dari jumlah tersebut tiga di antaranya sedang dalam tahap pengkajian intensif untuk dihapus. Kriteria yang dimaksud meliputi batas kepemilikan saham publik free float minimal lima persen kriteria transaksi harian di bawah lima juta rupiah serta kriteria penghentian sementara perdagangan efek selama satu hari akibat aktivitas transaksi. Selain itu bursa juga akan menyempurnakan kriteria kesebelas terkait kondisi khusus yang ditetapkan oleh bursa setelah mendapat restu dari Otoritas Jasa Keuangan OJK.
Menurut Iding Pardi hasil evaluasi mendalam terhadap penerapan Papan Pemantauan Khusus menunjukkan adanya perbedaan karakteristik dan tingkat daya guna dari setiap kriteria. Perbedaan inilah yang menjadi landasan bagi BEI untuk melakukan penyesuaian aturan. Tujuannya agar sistem pengawasan perdagangan dapat berfungsi lebih efektif adaptif dan berkesinambungan di masa mendatang.
Selain revisi kriteria BEI juga mengusulkan modifikasi mekanisme perdagangan melalui penerapan batas atas dan bawah auto rejection yang lebih bertingkat pada Papan Pemantauan Khusus. Penyesuaian ini diharapkan dapat menyelaraskan mekanisme auto rejection dengan karakteristik unik setiap kelompok harga saham. Dengan demikian proses pembentukan harga menjadi lebih adil likuiditas pasar meningkat dan perdagangan berjalan lebih teratur wajar serta efisien.










Tinggalkan komentar