55tv.co.id – Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperkokoh neraca perdagangan sekaligus memacu sektor manufaktur nasional. Kunci dari upaya ini adalah kemitraan erat dengan Tiongkok terutama di industri otomotif yang kini tengah digempur dominasi kendaraan listrik asal Negeri Tirai Bambu.

Related Post
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa geliat investasi ini tak lepas dari pesatnya penetrasi kendaraan listrik Tiongkok yang kini merajai panggung otomotif Tanah Air. Dalam sebuah pertemuan penting dengan delegasi bisnis Tiongkok, Airlangga mengungkapkan bahwa merek-merek seperti BYD dan Chery telah berhasil menempatkan diri di jajaran lima besar penguasa pangsa pasar otomotif Indonesia.

Selain fokus pada penguatan industri kendaraan, Airlangga juga menyoroti urgensi menjaga keseimbangan neraca perdagangan bilateral. Tujuannya agar kemitraan ekonomi kedua negara mampu memberikan keuntungan yang adil dan proporsional bagi masing-masing pihak.
Meski data perdagangan antara Jakarta dan Beijing menunjukkan perbedaan angka, Airlangga optimis bahwa fondasi hubungan ekonomi bilateral tetap kokoh. Ia memaparkan, menurut catatan Indonesia, total kerja sama mencapai 154 miliar dolar AS, sementara Tiongkok mencatat 160 miliar dolar AS. Lebih menarik lagi terdapat disparitas dalam defisit atau surplus perdagangan. Indonesia mencatat defisit 55 miliar dolar AS namun data Tiongkok justru menunjukkan surplus 55 miliar dolar AS bagi Indonesia per Juni lalu.
Airlangga merinci komoditas ekspor andalan Indonesia ke Tiongkok meliputi ferroalloy bijih besi batu bara dan minyak kelapa sawit. Sebaliknya Indonesia banyak mengimpor produk dari Tiongkok seperti perangkat komunikasi mesin-mesin industri dan barang elektronik.










Tinggalkan komentar