Dapur Magelang Hemat Jutaan Rupiah Terbongkar

Dapur Magelang Hemat Jutaan Rupiah Terbongkar

55tv.co.id – Sebuah terobosan efisiensi energi mengguncang Magelang. Puluhan pusat layanan pemenuhan gizi di wilayah ini kini beralih menggunakan gas alam terkompresi atau CNG, sukses memangkas biaya operasional hingga puluhan persen. Inovasi ini tidak hanya menjamin pasokan energi yang stabil, tetapi juga mengukir penghematan fantastis jutaan rupiah setiap bulan.

COLLABMEDIANET

Salah satu pionir dalam pemanfaatan energi bersih ini adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG Cepit Kulon yang berlokasi di Desa Banyuwangi Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Fasilitas vital ini, yang bertanggung jawab menyediakan ribuan porsi makanan bergizi setiap hari, telah mengadopsi CNG sejak awal beroperasi. Pasokan gas handal ini disalurkan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk melalui anak perusahaannya PT Gagas Energi Indonesia. Tercatat, sudah ada 46 SPPG di berbagai lokasi yang merasakan manfaat serupa.

Dapur Magelang Hemat Jutaan Rupiah Terbongkar
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Achmad Choirul Jaza Kepala SPPG Cepit Kulon mengungkapkan keuntungan signifikan dari penggunaan CNG. "Kami tidak perlu lagi khawatir kehabisan gas, terutama karena aktivitas dapur kami berlangsung dari malam hingga pagi hari. Ini jauh lebih aman dan praktis," ujarnya di Magelang. SPPG Cepit Kulon sendiri melayani kebutuhan makan untuk 2.179 porsi setiap hari, didistribusikan ke 20 sekolah dan 16 posyandu.

Efisiensi biaya menjadi sorotan utama. Achmad memaparkan bahwa konsumsi CNG di dapurnya mencapai sekitar 800 hingga 1.000 meter kubik per bulan, dengan total pengeluaran sekitar Rp12 juta. Angka ini, menurutnya, jauh lebih hemat sekitar 15 hingga 20 persen dibandingkan jika mereka menggunakan sumber energi konvensional lainnya.

Pengelola SPPG juga tidak dilepas begitu saja. Mereka mendapatkan dukungan penuh berupa informasi dan layanan terkait penggunaan CNG. Ini mencakup mekanisme penggantian tabung saat persediaan menipis, hingga penanganan cepat jika terjadi gangguan pada instalasi. Prosedur ini diselaraskan dengan standar operasional yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.

Pengisian ulang CNG dilakukan secara berkala, umumnya setiap dua hari sekali, namun fleksibel menyesuaikan kebutuhan operasional. Inspeksi dan pembersihan peralatan juga menjadi agenda rutin guna memastikan seluruh instalasi berfungsi optimal. Petugas bahkan memberikan panduan detail untuk mengatasi masalah seperti penyumbatan aliran gas atau prosedur pembukaan katup. Saat ini SPPG Cepit Kulon mengandalkan delapan tabung CNG untuk menopang seluruh aktivitas memasak mereka.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar