55tv.co.id – Penyelenggaraan konser musik berskala internasional kini tidak lagi hanya dipandang sebagai ajang hiburan semata, melainkan telah bertransformasi menjadi mesin penggerak ekonomi yang sangat potensial. Fenomena kehadiran musisi kelas dunia, seperti Kanye West atau yang kini dikenal dengan nama Ye, diprediksi mampu memberikan dampak ekonomi yang masif bagi negara tuan rumah melalui efek berganda atau multiplier effect.

Related Post
Menyikapi potensi besar tersebut, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) melayangkan dorongan kuat kepada pemerintah agar memberikan perhatian khusus pada sektor ini. PHRI meminta agar pemerintah menempatkan penyelenggaraan konser musik internasional sebagai salah satu prioritas dalam agenda pengembangan ekonomi nasional. Salah satu kunci utama yang disoroti adalah kemudahan dalam proses perizinan acara berskala besar.

Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani, mengungkapkan bahwa kehadiran artis global di sebuah negara akan memicu lonjakan aktivitas di berbagai sektor pendukung pariwisata. Menurutnya, konser musik internasional adalah magnet yang sangat efektif untuk menarik kedatangan wisatawan mancanegara (inbound tourism).
"Acara-acara seperti itu sangat bagus karena mampu menarik minat wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia. Oleh karena itu, kami berharap prosesnya bisa lebih dipermudah," ujar Hariyadi dalam keterangannya.
Hariyadi menjelaskan bahwa dampak ekonomi yang dihasilkan dari konser besar tidak hanya terasa pada saat acara berlangsung. Kunjungan penonton dari luar negeri berpotensi memperpanjang durasi tinggal wisatawan (length of stay) di daerah penyelenggara. Semakin lama wisatawan tinggal, semakin besar pula perputaran uang yang terjadi di sektor perhotelan, kuliner, hingga transportasi lokal.
Namun, tantangan besar masih membayangi industri hiburan tanah air. Hariyadi mengakui bahwa saat ini biaya penyelenggaraan konser di Indonesia masih tergolong relatif tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia. Kondisi ini menjadi hambatan bagi promotor untuk membawa artis papan atas dunia ke Indonesia.
Oleh karena itu, PHRI menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memangkas birokrasi yang berbelit. Kemudahan perizinan dianggap sebagai instrumen vital agar Indonesia tidak kehilangan momentum emas dalam menangkap peluang ekonomi dari industri hiburan global.
"Pemerintah harus menjadikan konser internasional sebagai salah satu prioritas. Intinya adalah bagaimana proses perizinannya dimudahkan. Jika hal ini terwujud, dampak positifnya akan langsung terasa nyata pada pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah penyelenggara," tegasnya.
Dengan dukungan regulasi yang pro-industri kreatif dan kemudahan birokrasi, Indonesia diharapkan mampu bersaing dengan negara lain dalam memperebutkan pasar turis musik dunia, sekaligus memperkuat posisi ekonomi nasional melalui sektor pariwisata dan hiburan.










Tinggalkan komentar