55 NEWS – Presiden terpilih Prabowo Subianto secara tak terduga melontarkan pertanyaan krusial mengenai stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Momen ini terjadi di sela-sela acara penyerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (18/5/2026), di mana Rupiah terpantau berada di level Rp17.600 per dolar AS. Pertanyaan singkat namun sarat makna ini segera menarik perhatian, mengindikasikan fokus pemerintah terhadap gejolak ekonomi global di tengah agenda kenegaraan yang padat.

Related Post
Peristiwa tersebut berlangsung setelah sesi foto bersama di hadapan deretan alutsista canggih yang baru diterima Indonesia. Deretan kekuatan udara yang dipamerkan meliputi enam unit pesawat tempur Dassault Rafale, satu pesawat angkut Airbus A400M Atlas MRTT, empat pesawat jet bisnis Dassault Falcon 8X, serta Radar GCI GM403. Suasana yang semula dipenuhi nuansa militer dan pertahanan, seketika beralih ke pembahasan ekonomi makro ketika pimpinan negara menunjukkan perhatiannya pada sektor keuangan.

Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir menyaksikan momen tersebut, menambah bobot diskusi informal yang terjadi. Tampak di antara mereka adalah Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menko Polkam Djamari Chaniago, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Tak ketinggalan, perwakilan legislatif seperti Ketua Komisi I DPR Utut Adianto, Wakil Ketua Komisi I DPR Budi Djiwandono, dan Wakil Ketua Komisi I Anton Sukartono juga turut serta, menggarisbawahi pentingnya acara tersebut.
Usai berbincang ringan dengan para hadirin, Prabowo kemudian secara spesifik menghampiri Menkeu Purbaya. Dengan nada lugas dan langsung ke inti, ia menanyakan, "Dolar gimana?" Pertanyaan ini, meski singkat, mencerminkan kekhawatiran atau setidaknya perhatian serius pimpinan negara terhadap pergerakan mata uang domestik di tengah tekanan eksternal dan dinamika pasar global.
Level Rupiah di angka Rp17.600 per dolar AS memang menjadi sorotan pasar dan ekonom. Fluktuasi nilai tukar memiliki dampak langsung terhadap inflasi, daya beli masyarakat, serta stabilitas investasi. Pertanyaan Prabowo ini dapat diinterpretasikan sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah di bawah kepemimpinannya akan memprioritaskan stabilitas ekonomi dan nilai tukar, bahkan di tengah agenda kenegaraan yang berbeda fokus. Ini juga menunjukkan bahwa isu ekonomi makro, khususnya nilai tukar, selalu menjadi perhatian utama, terlepas dari konteks acara. Para pelaku pasar dan investor tentu akan mencermati lebih jauh implikasi dari interaksi singkat namun padat pesan ini, mencari petunjuk mengenai langkah-langkah kebijakan fiskal dan moneter ke depan, demikian dilaporkan oleh 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar