TERKUAK! Mengapa Miliaran Dolar Belum Mengalir Deras ke Pasar Modal RI? Luhut Ungkap Syarat Krusial dari Investor Global: Potensi Raksasa Terganjal ‘Wait and See’!

55 NEWS – Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, baru-baru ini mengungkapkan bahwa para investor global masih mengambil sikap "wait and see" terhadap pasar modal Indonesia. Penantian ini, menurut Luhut, terkait erat dengan agenda reformasi integritas pasar modal yang sedang digalakkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO). Pernyataan ini menjadi sorotan penting di tengah upaya pemerintah menarik lebih banyak investasi asing untuk menggerakkan roda perekonomian nasional.

COLLABMEDIANET

Luhut menjelaskan bahwa para pemodal asing cenderung ingin melihat bukti konkret dari keberhasilan dan keberlanjutan implementasi agenda transformasi tersebut. "Saya menekankan secara khusus kepada mereka terkait reformasi pasar modal. Langkah OJK sejauh ini sudah tepat, tetapi kita harus akui bahwa sebagian investor global masih ‘wait and see’, apakah implementasinya bisa konsisten sehingga meningkatkan kredibilitas pasar modal," ujar Luhut dalam unggahan di media sosial resminya, menyusul rapat bersama OJK pada Senin (18/5/2026). Kondisi ini, tambahnya, menjadi alasan mengapa arus dana asing belum mengalir deras ke pasar saham Tanah Air, meskipun potensi Indonesia di mata dunia sangat besar.

TERKUAK! Mengapa Miliaran Dolar Belum Mengalir Deras ke Pasar Modal RI? Luhut Ungkap Syarat Krusial dari Investor Global: Potensi Raksasa Terganjal 'Wait and See'!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Lebih lanjut, Luhut juga membagikan pengalamannya berinteraksi dengan penyedia indeks global terkemuka, Morgan Stanley Capital International (MSCI). Dalam pertemuan tersebut, tim MSCI menyampaikan harapan besar mereka terhadap keberhasilan reformasi pasar modal Indonesia. "Beberapa waktu lalu, ketika tim dari MSCI datang menemui saya, mereka sampaikan betapa besarnya harapan terhadap pasar modal Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa potensi kita luar biasa besar, maka dari itu momentum emas ini tidak boleh kita sia-siakan," tegas Luhut, mengutip pandangan dari salah satu barometer investasi global tersebut. Ini mengindikasikan bahwa dunia mengakui fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, namun menuntut adanya perbaikan struktural yang konsisten.

Menurut Luhut, peran OJK tidak hanya sebatas menjaga stabilitas sektor keuangan di tengah gejolak global yang penuh ketidakpastian. Tugas krusial lainnya yang tak kalah penting adalah memastikan bahwa kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia tetap kokoh dan tidak tergoyahkan. Keberhasilan reformasi pasar modal ini akan menjadi fondasi penting untuk menarik investasi jangka panjang, meningkatkan likuiditas, dan memperkuat posisi Indonesia di mata investor internasional. Dengan demikian, konsistensi dan transparansi dalam implementasi reformasi menjadi kunci utama untuk membuka keran investasi global yang lebih besar.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar