55 NEWS – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuat gebrakan signifikan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahap II Tahun 2026 resmi dibuka, menawarkan kesempatan emas bagi 30.000 angkatan kerja muda untuk mendapatkan pelatihan gratis, uang saku, bahkan sertifikasi kompetensi berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Inisiatif ini digadang-gadang sebagai strategi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat daya saing tenaga kerja di pasar global.

Related Post
Pendaftaran untuk program ambisius ini telah dibuka sejak 19 Mei dan akan berlangsung hingga 9 Juni 2026. Calon peserta dapat mendaftar melalui platform digital skillhub.kemnaker.go.id. Program ini secara khusus memprioritaskan lulusan SMA/SMK sederajat, namun juga terbuka lebar bagi masyarakat umum yang telah berusia minimal 17 tahun dan memiliki akun terdaftar pada platform SIAPkerja. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh rangkaian pelatihan ini tidak dipungut biaya sepeser pun, menjadikannya investasi langsung bagi masa depan angkatan kerja.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, menekankan urgensi program ini dalam konteks pasar kerja yang semakin kompetitif. "Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya angkatan kerja muda, untuk secara proaktif memanfaatkan Program Pelatihan Vokasi ini," ujar Darmawansyah dalam keterangan resminya yang diterima 55tv.co.id pada Senin (18/5/2026). Ia menambahkan, "Program ini krusial untuk mengasah kompetensi, meningkatkan daya saing, dan memastikan kesiapan kerja agar para lulusan dapat langsung terserap di dunia industri atau bahkan menciptakan lapangan kerja baru melalui jalur kewirausahaan."
Pelatihan vokasi ini dirancang komprehensif untuk mengembangkan tidak hanya kompetensi teknis, tetapi juga produktivitas, disiplin, sikap profesional, dan etos kerja yang kuat. Tujuannya jelas: mencetak individu-individu yang siap menghadapi tantangan dunia kerja modern dan mampu beradaptasi dengan perubahan ekonomi.
Agar tidak ketinggalan kesempatan emas ini, calon peserta diimbau untuk mencermati jadwal penting yang telah ditetapkan. Setelah periode pendaftaran berakhir pada 9 Juni 2026, tahapan seleksi dan wawancara akan dilangsungkan pada 10 hingga 17 Juni 2026. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 18 Juni 2026, diikuti dengan kick-off dan orientasi program yang akan dimulai pada 22 Juni 2026. Program ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi inklusif dengan menciptakan tenaga kerja yang terampil dan adaptif terhadap tuntutan pasar global.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar