Ekonomi RI Solid Inflasi Aman Manufaktur Melaju Pesat

Ekonomi RI Solid Inflasi Aman Manufaktur Melaju Pesat

55tv.co.id – Kabar gembira datang dari sektor ekonomi Indonesia yang terus membuktikan ketangguhan luar biasa. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kinerja perekonomian nasional tetap solid dan jauh dari kata goyah. Tiga indikator makroekonomi utama yang baru saja dirilis Badan Pusat Statistik BPS menjadi saksi bisu kekuatan ini yaitu laju inflasi Juli 2026 yang terkendali indeks PMI Manufaktur Juli 2026 yang kembali ke zona ekspansi serta neraca perdagangan Juni 2026 yang menunjukkan perbaikan signifikan.

COLLABMEDIANET

Pemerintah tidak main-main dalam menjaga keseimbangan vital antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga. Komitmen penuh dicurahkan untuk memelihara ketahanan pangan energi dan mengendalikan inflasi. Langkah strategis ini bukan sekadar kebijakan biasa melainkan pilar utama untuk melindungi daya beli masyarakat memperkuat daya saing ekonomi nasional dan menumbuhkan kepercayaan tinggi di kalangan dunia usaha. Airlangga dengan optimis menyatakan perekonomian Indonesia akan terus melaju tumbuh berkelanjutan didukung inflasi yang terjaga sektor manufaktur yang ekspansif dan neraca perdagangan yang semakin membaik.

Ekonomi RI Solid Inflasi Aman Manufaktur Melaju Pesat
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Inflasi Indonesia pada Juli 2026 tercatat di angka 288 persen secara tahunan sebuah pencapaian yang semakin kokoh dalam kisaran target 25 plus minus 1 persen. Angka ini bahkan lebih baik dibanding posisi Juni 2026 yang mencapai 334 persen secara tahunan. Meredanya tekanan harga ini utamanya dipicu oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan strategis seperti bawang merah tomat telur ayam ras dan cabai rawit berkat panen raya di berbagai sentra produksi. Sementara itu inflasi inti bertahan di level 276 persen secara tahunan yang menunjukkan ekspektasi inflasi publik tetap terkendali. Adapun inflasi harga yang diatur pemerintah administered prices berada pada angka 358 persen secara tahunan dipengaruhi oleh efek dasar penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada Juni 2026 dan dinamika kenaikan tarif angkutan udara.

Stabilitas harga yang berhasil dicapai ini adalah cerminan nyata dari efektivitas koordinasi kebijakan yang solid antara pemerintah pusat Bank Indonesia dan pemerintah daerah. Kolaborasi apik melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat TPIP dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah TPID terbukti ampuh menjaga denyut nadi ekonomi tetap stabil dan prospektif.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar