55 NEWS – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah drastis untuk membenahi Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Purbaya bahkan meminta waktu khusus kepada Presiden Prabowo Subianto untuk fokus menyelesaikan masalah yang membelit institusi tersebut dalam kurun waktu satu tahun.

Related Post
"Saya sudah meminta waktu kepada Presiden, satu tahun untuk tidak diganggu dulu. Biarkan saya bereskan, (berikan) waktu saya untuk memperbaiki Bea Cukai," tegas Purbaya usai Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (27/11/2025). Pernyataan ini mengindikasikan keseriusan pemerintah dalam menanggapi isu-isu yang mencoreng nama baik Bea Cukai.

Purbaya mengakui bahwa citra Bea Cukai saat ini sedang berada di titik nadir, baik di mata media, masyarakat, maupun pimpinan negara. Hal ini disebabkan oleh serangkaian kasus yang melibatkan oknum pegawai Bea Cukai. "Image Bea Cukai kurang bagus di media, di masyarakat, di pimpinan yang tertinggi kita. Jadi kita harus perbaiki dengan serius," ujarnya.
Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan beberapa permasalahan mendesak yang harus segera ditangani. Di antaranya adalah praktik under-invoicing ekspor yang merugikan negara, serta maraknya barang ilegal yang lolos dari pengawasan. "Ada under-invoicing ekspor yang nilainya lebih rendah. Ada juga barang-barang yang ilegal masuk yang enggak ketahuan segala macam. Orang kan nuduh, katanya Bea Cukai main segala macam," ungkapnya.
Menkeu Purbaya juga menyoroti perbedaan data ekspor-impor antara Indonesia dan negara mitra dagang, seperti China. Ia menjelaskan bahwa perbedaan tersebut bisa disebabkan oleh jalur perdagangan yang kompleks, misalnya melalui Singapura. "Tapi ada jalan yang sebagian dari China tuh ke Singapura, baru Singapura ke Indonesia. Kalau orang pakai UN.com trade database, kalau cuma lihat satu sisi aja, itu enggak pas. Tapi kalau kita gabung yang sini sama yang sini ke sini itu akan sama. Jadi bedanya enggak banyak. Hanya beda CIF, FOB aja. Jadi antara ekspor sampai impor aja pengitungannya," jelasnya.
Purbaya menegaskan bahwa Kemenkeu telah melakukan investigasi internal untuk menelusuri dugaan pelanggaran yang terjadi. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk membersihkan Bea Cukai dari praktik-praktik koruptif dan meningkatkan efektivitas pengawasan. Publik menanti gebrakan Purbaya untuk memulihkan kepercayaan terhadap Bea Cukai.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar