Gawat! Rupiah Diprediksi Anjlok 50% dalam Satu Dekade, Banggar DPR Bongkar Strategi BI yang Dinilai Berisiko Fatal bagi Ekonomi Nasional!

Gawat! Rupiah Diprediksi Anjlok 50% dalam Satu Dekade, Banggar DPR Bongkar Strategi BI yang Dinilai Berisiko Fatal bagi Ekonomi Nasional!

55 NEWS – Jakarta – Kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menstabilkan pergerakan nilai tukar rupiah kembali menjadi pusat perhatian dan menuai kritik tajam dari parlemen. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Dolfie Othniel Frederic, secara terbuka menyuarakan kekhawatirannya terhadap pendekatan bank sentral yang dinilai kurang komprehensif.

COLLABMEDIANET

Menurut Dolfie, fokus utama BI selama ini terlalu condong pada upaya meredam gejolak atau volatilitas harian di pasar valuta asing. Ia berpendapat bahwa orientasi tersebut mengesampingkan esensi fundamental ekonomi nasional, yang seharusnya menjadi cerminan sejati dari nilai tukar mata uang Garuda. Pendekatan ini, lanjutnya, berpotensi menciptakan ilusi stabilitas jangka pendek namun menyimpan risiko tersembunyi yang serius.

Gawat! Rupiah Diprediksi Anjlok 50% dalam Satu Dekade, Banggar DPR Bongkar Strategi BI yang Dinilai Berisiko Fatal bagi Ekonomi Nasional!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kritik Dolfie secara spesifik menyoroti strategi moneter BI yang, menurutnya, secara artifisial membatasi pergerakan rupiah dalam koridor plus-minus 5 persen. Ia menilai, pola pembatasan yang konstan tersebut menyimpan risiko laten berupa akumulasi depresiasi nilai tukar yang sangat dalam untuk jangka panjang, yang pada akhirnya akan menggerus daya beli masyarakat.

Berdasarkan analisisnya, jika tren pelemahan tahunan sebesar 5 persen ini terus berlanjut tanpa intervensi kebijakan yang berlandaskan evaluasi fundamental yang mendalam, daya beli rupiah dapat terkikis hingga 25 persen dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Lebih jauh lagi, Dolfie memproyeksikan potensi penurunan nilai yang mendekati 50 persen dalam rentang waktu satu dekade.

"Jika pola plus-minus 5 persen ini terus berulang selama lima tahun, kita akan melihat depresiasi sebesar 25 persen. Dan jika ini berlanjut hingga 10 tahun, angkanya bisa mencapai 50 persen," tegas Dolfie dalam sesi rapat kerja bersama Banggar DPR yang disiarkan 55tv.co.id baru-baru ini. Ia menambahkan bahwa pola ini konsisten dengan perbandingan nilai tukar rupiah satu dekade lalu dengan kondisi saat ini, yang menurutnya, mencerminkan teori pengendalian gejolak plus-minus 5 persen yang dianut BI.

Pernyataan Dolfie ini menjadi alarm bagi BI untuk tidak hanya fokus pada stabilitas jangka pendek, melainkan juga memastikan bahwa nilai tukar rupiah benar-benar merefleksikan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia, guna menjaga daya tahan ekonomi nasional dari erosi nilai mata uang yang berkelanjutan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar