Geger! Jerami Disulap Jadi BBM RON 98? Ini 5 Fakta Bobibos yang Bikin Penasaran!

Geger! Jerami Disulap Jadi BBM RON 98? Ini 5 Fakta Bobibos yang Bikin Penasaran!

55 NEWS – Inovasi Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos (Bobibos) tengah menjadi perbincangan hangat. Bahan bakar yang diklaim mampu menghasilkan RON 98 dari bahan baku jerami ini, kini tengah menjadi sorotan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Apa saja fakta menarik di balik Bobibos?

COLLABMEDIANET

Bobibos, yang dikembangkan oleh PT Inti Sinergi Formula di Jonggol, Bogor, Jawa Barat, pada 2 November 2025, menawarkan solusi energi alternatif dari limbah pertanian. Inovasi ini digagas oleh M Ikhlas Thamrin dan timnya, dengan tujuan menciptakan Bahan Bakar Nabati (BBN) yang ramah lingkungan dan berkinerja tinggi.

 Geger! Jerami Disulap Jadi BBM RON 98? Ini 5 Fakta Bobibos yang Bikin Penasaran!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Berikut 5 fakta menarik tentang Bobibos:

  1. Berbahan Baku Jerami: Bobibos memanfaatkan limbah jerami melalui proses bioenergi dan serum khusus. Proses ini mengubah jerami menjadi bahan bakar dengan RON 98, setara dengan bahan bakar beroktan tinggi yang ada di pasaran. Klaimnya, Bobibos juga mampu menekan emisi gas buang hingga mendekati nol.
  2. Latar Belakang Pengembangan: Ikhlas Thamrin melakukan riset selama lebih dari 10 tahun untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor energi. Jerami dipilih karena ketersediaannya melimpah dan efisiensi produksinya tinggi. Dengan bahan baku lokal, biaya produksi diharapkan lebih kompetitif.
  3. Manfaat Ganda: Selain sektor energi, Bobibos memberikan nilai ekonomi baru bagi petani. Limbah jerami yang sebelumnya tidak bernilai, kini dapat diolah menjadi produk bernilai jual, sehingga meningkatkan pendapatan petani.
  4. Varian dan Keunggulan: Bobibos diproduksi dalam dua varian, bensin dan solar, yang dapat digunakan pada berbagai kendaraan dan mesin. Keunggulannya antara lain RON tinggi (98,1), efisiensi jarak tempuh, rendah emisi, performa stabil, harga ekonomis, bahan baku lokal, dan produksi terdesentralisasi.
  5. Tanggapan Kementerian ESDM: Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan bahwa penjualan BBM memerlukan proses panjang. Meskipun Bobibos telah melalui riset 10 tahun, pengujian oleh Kementerian ESDM tetap diperlukan minimal 8 bulan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menyatakan akan mempelajari Bobibos lebih lanjut.

Laode menambahkan bahwa Bobibos baru mengajukan usulan uji laboratorium dan belum disertifikasi. Kementerian ESDM terbuka untuk memfasilitasi pengujian produk-produk baru tersebut dan menyarankan potensi kerjasama dengan badan usaha yang sudah ada.

Inovasi Bobibos ini menjadi angin segar di tengah upaya Indonesia mencari solusi energi berkelanjutan. Namun, masih dibutuhkan serangkaian pengujian dan sertifikasi agar Bobibos dapat dipasarkan secara legal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar