Misteri Beras Premium Hilang dari Supermarket

Misteri Beras Premium Hilang dari Supermarket

55tv.co.id – Fenomena hilangnya stok beras kualitas premium dari rak-rak supermarket dan ritel modern belakangan ini tengah menjadi sorotan tajam masyarakat. Kondisi ini memicu kekhawatiran terkait stabilitas pangan nasional, mengingat beras merupakan kebutuhan pokok utama bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Menanggapi kegelisahan tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akhirnya angkat bicara untuk memberikan kejelasan mengenai langkah strategis yang tengah disiapkan pemerintah.

COLLABMEDIANET

Dalam keterangannya di Jakarta pada Selasa (22/9/2026), Budi Santoso menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam melihat kekosongan stok di jaringan ritel modern. Ia menjelaskan bahwa telah ada kesepakatan konkret antara pemerintah, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Perum Bulog untuk segera melakukan intervensi pasar melalui penyaluran beras secara masif ke gerai-gerai ritel.

Misteri Beras Premium Hilang dari Supermarket
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Kemarin sudah ada koordinasi, mulai dari Kepala Bapanas hingga pihak Bulog. Intinya, Bulog akan segera menyuplai beras untuk mengisi kekosongan tersebut," ujar pria yang akrab disapa Busan tersebut di sela-sela acara peluncuran platform digital InaExport.

Meskipun langkah distribusi sudah direncanakan, Budi mengakui bahwa masih ada kendala teknis yang menyebabkan beras cadangan pemerintah belum terlihat di sejumlah supermarket besar. Ia menyatakan akan segera melakukan komunikasi intensif dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan mengapa distribusi tersebut mengalami hambatan di lapangan. Menurutnya, sinkronisasi antara kebijakan pusat dan implementasi di tingkat ritel harus segera diperbaiki agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan beras kualitas premium dengan harga yang wajar.

Krisis ketersediaan beras premium ini sebelumnya telah memicu reaksi cepat dari jajaran kementerian terkait. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman telah memberikan instruksi tegas kepada Perum Bulog untuk segera memperkuat pasokan di sektor ritel modern. Langkah ini diambil guna mencegah terjadinya lonjakan harga yang tidak terkendali akibat hukum permintaan dan penawaran di pasar.

Sebagai langkah nyata, pemerintah telah menyiapkan tambahan pasokan beras sebanyak 300 ribu ton yang akan dialokasikan khusus untuk memperkuat stok di ritel modern. Menariknya, Mentan Amran juga memberikan sinyal bahwa angka tersebut bukanlah angka mati. Jika kondisi di lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat masih jauh lebih tinggi dibandingkan pasokan yang tersedia, pemerintah tidak akan ragu untuk menambah kuota pasokan beras tersebut lebih besar lagi.

Upaya intervensi ini diharapkan dapat menstabilkan kembali psikologi pasar dan memastikan bahwa ketahanan pangan nasional tetap terjaga. Masyarakat kini tengah menunggu realisasi dari janji distribusi tersebut, agar rak-rak di supermarket kembali penuh dengan stok beras premium yang selama ini dicari. Melalui koordinasi lintas kementerian, pemerintah optimis bahwa kelangkaan ini hanya bersifat sementara dan dapat segera teratasi dalam waktu dekat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar