55 NEWS – Ketua DPR RI, Puan Maharani, akhirnya angkat bicara terkait polemik tunjangan perumahan anggota DPR yang mencapai angka fantastis, Rp50 juta per bulan. Tunjangan ini sontak menuai kritik pedas dari berbagai kalangan, mengingat total pendapatan anggota dewan bisa menembus angka Rp100 juta per bulan, termasuk gaji pokok dan berbagai tunjangan lainnya.

Related Post
Puan menjelaskan bahwa besaran tunjangan tersebut telah melalui serangkaian kajian mendalam, dengan mempertimbangkan harga properti di Jakarta. "Itu sudah dikaji dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan kondisi ataupun harga yang ada di Jakarta, karena kan kantornya ada di Jakarta," tegas Puan dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/8/2025).

Meskipun demikian, Puan menegaskan bahwa pimpinan DPR akan senantiasa mendengarkan aspirasi masyarakat terkait isu ini. Ia juga mengajak publik untuk terus mengawasi kinerja para wakil rakyat di Senayan.
"Kalau kemudian ada hal-hal yang memang dianggap masih belum sempurna, masih terlalu berlebihan, tentu saja kami akan mengevaluasi hal tersebut," janjinya. Pernyataan ini membuka peluang adanya revisi atau penyesuaian terhadap tunjangan yang dianggap kontroversial tersebut. Masyarakat kini menanti langkah konkret dari DPR terkait evaluasi tunjangan ini. Apakah akan ada perubahan signifikan? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari Gedung Parlemen. Informasi ini dikutip dari 55tv.co.id
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar