Guncangan Ekonomi! Harga BBM Nonsubsidi Meroket Tajam, Siap-siap Hadapi Kenaikan Tahap Kedua yang Lebih Mengejutkan?

55 NEWS – Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang mulai berlaku efektif sejak Sabtu, 18 April 2026. Kenaikan ini menyasar beberapa jenis BBM premium seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, memicu kekhawatiran akan potensi dampak ekonomi yang lebih luas di tengah masyarakat.

COLLABMEDIANET

Untuk wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo kini melambung menjadi Rp19.400 per liter, dari harga sebelumnya Rp13.100 per liter. Kenaikan serupa juga terjadi pada Dexlite, yang melonjak signifikan dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex mengalami lonjakan drastis dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter. Data ini berdasarkan informasi resmi yang dirilis oleh Pertamina pada Senin (27/4/2026), menunjukkan lonjakan harga yang cukup substansial bagi konsumen.

Guncangan Ekonomi! Harga BBM Nonsubsidi Meroket Tajam, Siap-siap Hadapi Kenaikan Tahap Kedua yang Lebih Mengejutkan?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Di sisi lain, harga BBM jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green tetap stabil, masing-masing di angka Rp12.300 per liter dan Rp12.900 per liter. Komitmen Pertamina untuk mempertahankan harga BBM subsidi juga terlihat jelas, dengan Pertalite tetap di Rp10.000 per liter dan Biosolar di Rp6.800 per liter, memberikan sedikit kelegaan bagi sebagian besar masyarakat yang bergantung pada jenis BBM tersebut.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi ini merupakan respons langsung terhadap fluktuasi harga minyak mentah global. Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan bahwa dinamika pasar global, terutama yang dipicu oleh konflik geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, serta pergerakan nilai tukar mata uang, menjadi faktor utama di balik penyesuaian ini. "Kami memahami bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi adalah bagian dari mekanisme pasar yang mengikuti dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar. Ini adalah respons terhadap kondisi pasar global," jelas Anggia, menyoroti kompleksitas faktor eksternal yang mempengaruhi kebijakan harga energi domestik.

Lebih lanjut, pemerintah melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, memberikan sinyal adanya potensi penyesuaian harga BBM nonsubsidi tahap kedua. Bahlil menyatakan bahwa keputusan mengenai kenaikan selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan harga minyak dunia. "Penyesuaian tahap berikutnya akan kita pantau. Jika harga minyak dunia turun, tentu tidak akan ada kenaikan. Namun, jika tren harga tetap tinggi seperti saat ini, kemungkinan besar penyesuaian harga akan kembali dilakukan," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa masyarakat perlu bersiap menghadapi kemungkinan gejolak harga BBM di masa mendatang, yang tentu akan berdampak pada daya beli dan stabilitas ekonomi makro.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar