55tv.co.id – Sebuah gebrakan energi surya raksasa siap mengubah wajah Indonesia. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya PLTS 100 Gigawatt yang digagas Presiden Prabowo Subianto menelan investasi fantastis. Angkanya mencapai Rp1140 triliun lebih setara 73 miliar dolar AS. Namun di balik angka itu tersimpan potensi penghematan subsidi energi negara. Jumlahnya hingga Rp739 triliun setiap tahunnya sebuah angka yang mengejutkan.

Related Post
Penghematan masif ini bukan isapan jempol semata. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan efisiensi biaya operasional PLTS yang didukung baterai jauh lebih unggul. Ini bila dibandingkan pembangkit listrik konvensional berbasis gas uap atau diesel yang boros subsidi. Bahlil menegaskan percepatan implementasi PLTS 100 GW adalah program prioritas Presiden. Ia menyampaikan data investasi tersebut saat peluncuran program di Bali.

Manfaat proyek ini tidak berhenti pada penghematan keuangan negara. PLTS 100 GW juga menjanjikan jutaan lapangan kerja baru. Diperkirakan 55 juta orang akan terserap. Sektor konstruksi membutuhkan sekitar 3465 juta pekerja. Sementara itu sektor manufaktur akan menyerap 2053 juta tenaga kerja. Ini membuka peluang besar bagi masyarakat Indonesia.
Dampak positifnya juga merambah lingkungan hidup. Proyek PLTS 100 GW ini berpotensi mengurangi emisi gas rumah kaca. Angkanya mencapai 14016 juta ton CO2 jika diterapkan penuh. Ini sekaligus membuka gerbang potensi pasar karbon. Nilainya diperkirakan mencapai Rp631 triliun dengan asumsi 4 dolar AS per ton CO2 ekuivalen. Sebuah langkah maju menuju energi bersih dan ekonomi hijau.








Tinggalkan komentar