55 NEWS – Pemerintah Indonesia kini gencar mendorong pengembangan logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth element (REE). Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya permintaan global terhadap komoditas strategis yang memiliki peran vital dalam berbagai industri modern.

Related Post
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikbudristek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa logam tanah jarang menjadi rebutan di kancah internasional karena kandungan mineralnya yang sangat berharga. Mineral ini memiliki aplikasi luas, mulai dari industri elektronik, energi terbarukan, hingga pertahanan.

"Bangsa Indonesia memiliki kekayaan mineral yang sangat besar, salah satunya logam tanah jarang. Ini luar biasa dan berkah yang sangat besar nilainya. Itu tidak hanya kekayaan ekonomi, tapi sebuah kekayaan kedaulatan," ujar Brian, Kamis (18/9/2025).
Pemerintah memberikan dukungan penuh kepada PT Timah Tbk, perusahaan BUMN yang telah memulai pengembangan LTJ di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
"Kita diarahkan Pak Presiden untuk bisa memanfaatkan mineral ini. PT Timah mendapat amanah yang tidak ringan, dan kehormatan ini untuk memulai proses mengambil dan memanfaatkan logam tanah jarang di bumi Indonesia. Ini terobosan yang sangat besar," lanjut Brian.
Indonesia terus berbenah diri untuk mengelola sumber daya LTJ secara optimal. Pemerintah berharap, pengelolaan LTJ dapat menjadi momentum penting untuk pengembangan industri mineral dalam negeri secara keseluruhan.
"Harapan kami, ini bisa menjadi salah satu lompatan bangsa kita untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa menguasai teknologi pemurnian dan pemisahan hingga ke produk hilir, sehingga nilai tambah akan sangat berlipat," tambahnya.
Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Tbk, Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara, mengharapkan dukungan dari pemerintah dalam bentuk penjaminan pasokan bahan baku mineral yang berkelanjutan melalui kebijakan yang tepat. Selain itu, dukungan kemitraan strategis, penyediaan jaringan pakar, laboratorium pengujian, dan fasilitas penelitian juga sangat dibutuhkan untuk keberhasilan pengembangan LTJ di Indonesia.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar