IHSG Terjun Bebas! Sesi I Berdarah, Investor Panik?

IHSG Terjun Bebas! Sesi I Berdarah, Investor Panik?

55 NEWS – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi signifikan pada penutupan sesi pertama perdagangan hari Senin (2/6/2025). Indeks terpantau merosot tajam sebesar 1,70 persen atau setara dengan 121,63 poin, dan berakhir di level 7.054. Sentimen negatif ini memicu kewaspadaan di kalangan investor.

COLLABMEDIANET

Aktivitas perdagangan menunjukkan total volume saham yang berpindah tangan mencapai 13,21 miliar lembar, dengan nilai transaksi mencapai Rp13,73 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 876.974 kali. Data pasar menunjukkan bahwa tekanan jual mendominasi, dengan 450 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 188 saham yang berhasil mencatatkan kenaikan. Sebanyak 167 saham lainnya terpantau stagnan.

 IHSG Terjun Bebas! Sesi I Berdarah, Investor Panik?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Secara sektoral, seluruh sektor mengalami tekanan jual. Sektor teknologi menjadi yang paling terpukul dengan penurunan sebesar 1,22 persen, diikuti oleh sektor energi yang terkoreksi 0,49 persen, sektor kesehatan turun 0,65 persen, sektor keuangan turun 2,17 persen, sektor infrastruktur turun 1,11 persen, sektor bahan baku turun 0,75 persen, sektor transportasi turun 1,64 persen, sektor industri turun 1,51 persen, sektor properti turun 0,78 persen, sektor siklikal turun 1,01 persen, sektor non siklikal turun 0,27 persen.

Di tengah sentimen negatif, terdapat beberapa saham yang berhasil mencatatkan kinerja positif dan menjadi top gainers. PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 34,41 persen ke level Rp125. Diikuti oleh PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) yang naik 27,03 persen ke Rp141, dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang menguat 20,56 persen ke Rp645.

Pergerakan IHSG pada sesi pertama ini mengindikasikan adanya aksi profit taking dan kekhawatiran pasar terhadap berbagai faktor ekonomi. Para analis 55tv.co.id menyarankan investor untuk tetap berhati-hati dan mencermati perkembangan pasar global serta sentimen domestik sebelum mengambil keputusan investasi.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar