Indonesia Terancam Kalah Saing! Kadin Blak-blakan Ungkap Resep Sukses Vietnam yang Bikin SDM Kita Ketinggalan Jauh: Bukan Sekadar Gaji, Ini Kuncinya!

Indonesia Terancam Kalah Saing! Kadin Blak-blakan Ungkap Resep Sukses Vietnam yang Bikin SDM Kita Ketinggalan Jauh: Bukan Sekadar Gaji, Ini Kuncinya!

55 NEWS – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia secara serius mengkaji ulang peta jalan pengembangan sumber daya manusia (SDM) nasional. Dalam upaya mendongkrak daya saing tenaga kerja di kancah global, Kadin kini menunjuk Vietnam sebagai tolok ukur utama, menyusul pesatnya laju ekonomi negara tetangga tersebut. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani, menegaskan bahwa Vietnam telah menjadi referensi krusial dalam diskusi efisiensi industri, terutama mengingat posisi Indonesia yang mulai tertinggal dalam persaingan global.

COLLABMEDIANET

Berbicara di Menara Kadin, Jakarta, pada Rabu (24/6/2026), Shinta mengungkapkan, "Kami mengamati Vietnam sebagai negara dengan progres pembangunan yang sangat akseleratif. Mengingat indikasi bahwa Indonesia mulai tertinggal, menjadikan Vietnam sebagai patokan atau benchmark menjadi sebuah keharusan."

Indonesia Terancam Kalah Saing! Kadin Blak-blakan Ungkap Resep Sukses Vietnam yang Bikin SDM Kita Ketinggalan Jauh: Bukan Sekadar Gaji, Ini Kuncinya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Shinta memaparkan bahwa disparitas fundamental antara kedua negara tidak semata-mata berkisar pada kemudahan regulasi atau daya tarik insentif investasi. Lebih jauh, perbedaan signifikan terletak pada etos kerja dan produktivitas tenaga kerja, yang secara langsung dipengaruhi oleh durasi jam kerja serta tingkat kedisiplinan operasional di lapangan. Ia secara spesifik menyoroti disparitas jam kerja yang substansial.

"Di Vietnam, jam kerja mencapai 48 jam per minggu, jauh melampaui 40 jam yang berlaku di Indonesia. Ini mengindikasikan bahwa isu utamanya bukan sekadar besaran upah, melainkan efisiensi dan produktivitas yang menjadi penentu daya saing," jelas Shinta, seperti dikutip oleh 55tv.co.id. Perbedaan budaya kerja ini dinilai sebagai faktor krusial yang menentukan output produksi di sektor manufaktur.

Untuk mengatasi ketertinggalan ini, Kadin menekankan urgensi revitalisasi menyeluruh pada sistem pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia. Organisasi pengusaha ini mengusulkan perombakan skema pengembangan talenta yang tidak hanya berorientasi pada aspek teoritis, melainkan juga menitikberatkan pada peningkatan efisiensi dan keterampilan praktis di dunia kerja.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar