55tv.co.id – Dunia inovasi di tanah air kini tengah memasuki babak baru yang lebih menjanjikan. Tidak lagi sekadar menjadi pajangan di laboratorium atau sekadar pemenuhan syarat akademis, hasil riset anak bangsa kini mulai diarahkan untuk menjadi kekuatan ekonomi nyata. Fokus utama saat ini adalah bagaimana sebuah penemuan dapat bertransformasi dari sekadar ide mentah menjadi produk komersial yang memiliki nilai jual tinggi di pasar global.

Related Post
Hal ini menjadi sorotan utama dalam penyelenggaraan Indonesia Inventors Day (IID) 2026. Ajang bergengsi ini menekankan pentingnya hilirisasi riset, di mana setiap temuan baru didorong untuk masuk ke tahap implementasi nyata. Tujuannya jelas: memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi negara melalui pemanfaatan teknologi dan kreativitas manusia.

Dalam ajang tersebut, ditekankan bahwa tantangan terbesar bagi para peneliti dan inovator bukanlah pada proses penemuan itu sendiri, melainkan pada bagaimana membawa temuan tersebut ke masyarakat luas. Tanpa adanya komersialisasi, sebuah inovasi hanya akan menjadi catatan sejarah di atas kertas tanpa memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat.
Presiden INNOPA, Erricha Insan Pratisi, memberikan pandangan mendalam mengenai peran krusial manusia dalam ekosistem inovasi. Menurutnya, setiap terobosan besar selalu bermula dari sebuah gagasan sederhana yang kemudian dikembangkan melalui proses panjang.
"Setiap inovasi dimulai dari sebuah ide, tetapi ide tersebut berkembang melalui manusia yang menciptakan, mengembangkan, berkolaborasi, dan membawanya menjadi solusi nyata. Kami ingin IID menjadi ruang bagi ide dan manusia untuk bertemu serta membangun kolaborasi," ujar Erricha dalam keterangannya pada Senin (5/10/2026).
Ia menambahkan bahwa kolaborasi adalah kunci utama. Inovator tidak bisa berjalan sendiri; mereka membutuhkan ekosistem yang mendukung, mulai dari pendanaan, dukungan regulasi, hingga akses pasar yang luas agar ide-ide brilian tersebut tidak mati di tengah jalan.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Driszal Fryantoni, menegaskan pentingnya wadah yang mempertemukan para inovator dengan berbagai pemangku kepentingan. Forum seperti IID dianggap sangat krusial untuk menjembatani kesenjangan antara dunia riset dan dunia industri.
Menurut Driszal, pertemuan antara peneliti dengan investor serta pelaku industri akan mempercepat pemanfaatan hasil riset di tengah masyarakat. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan produk-produk hasil karya anak bangsa dapat bersaing secara kompetitif, baik di pasar domestik maupun di kancah internasional, sekaligus membuka peluang investasi global yang lebih luas di Indonesia.










Tinggalkan komentar